Banner v.2

Harga Bawang Merah Juga Ikut Melonjak

Harga Bawang Merah Juga Ikut Melonjak

BANJARNEGARA – Harga bawang merah di Pasar Induk Banjarnegara, terus melonjak. Selain karena faktor cuaca, juga bencana banjir di Kabupeten Brebes yang merupakan daerah penghasil bawang merah. Muhail, salah satu pedagang sayur di Pasar Induk Banjarnegara mengatakan, hingga saat ini harga bawang merah berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas ini berkisar Rp 35 ribu per kilogram. Menurutnya, harga bawang merah ini telah berlaku sejak beberapa hari lalu. “Naiknya harga bawang merah ini karena pasokannya pun berkurang. Selain disebabkan faktor cuaca buruk, juga karena di Brebes tengah mengalami banjir,” ujarnya, Minggu (19/2). Dia mengungkapkan, konsumen lebih menyukai bawang merah asal Brebes. Meski ukurannya tidak terlalu besar, bawang lokal dari Brebes memiliki aroma yang kuat. Berbeda dengan bawang merah produksi daerah lain seperti Temanggung atau Magelang, yang ukurannya lebih besar tapi aromanya kurang kuat. “Rata-rata memang mencarinya bawang merah dari Brebes,” tambahnya. Salah satu pembeli bawang merah, Eni mengaku dirinya terpaksa membeli bawang merah dari kabupeten Temanggung. Sebab, naiknya harga bawang merah asal Brebes akan memberatkan pembeli seperti dirinya. “Biasanya saya memang memburu bawang merah dari Brebes. Tetapi dengan kondisi sekarang, yang penting tetap bisa mencukupi kebutuhan untuk berjualan,” kata Eni yang juga pedagang nasi goreng tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara, Singgih Haryono mengatakan, pihaknya akan memperkenalkan usaha tani bawang merah kepada petani di Banjarnegara. Sebagai rintisan, akan disiapkan demplot farm 3 hektare di kawasan Dieng. Sebab bawang merah selama ini serig menjadi masalah nasional. “Banjarnegara memang bukan daerah penghasil bawang merah. Selama ini pasokan bawang merah mengandalkan dari sentra bawang merah daerah lain, salah satunya Brebes. Karena itu, kami akan mencoba menginisiasi budi daya bawang merah kepada petani,” paparnya. Menurut dia, saat ini beberapa petani di Desa Pesurenan Kecamatan Batur telah mencoba menanam bawang merah, dan hasilnya bagus. Berkaca dari pengalaman petani tersebut, pihaknya akan mencoba melakukan rintisan budi daya bawang merah di Desa Pesurenan. “Tahap awal, akan disiapkan lahan seluas 3 hektare untuk demfarm. Dari percontohan ini, akan dikelola dengan pola cara budi daya yang baik sehingga hasilnya lebih optimal. Jika melihat hasil panen dari petani yang sekadar coba-coba saja hasilnya bagus, harapan kami dengan penerapan cara budi daya yang baik maka hasilnya akan lebih bagus lagi,” tambahnya. (uje/din)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: