Banner v.2

Kerusakan Pertanian Situkung Capai Rp 4,1 Miliar, 280 Ternak Mati Tertimbun Longsor

Kerusakan Pertanian Situkung Capai Rp 4,1 Miliar, 280 Ternak Mati Tertimbun Longsor

Kerusakan pada area pertanian Situkung yang terdampak longsor.-Pujud Andriastanto/Radar Banyumas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dampak longsor di Dukuh Situkung, Pandanarum, tidak hanya memporakporandakan permukiman warga, tetapi juga menghantam sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Nilai kerugian sementara tercatat mencapai Rp 4,1 miliar, menunjukkan betapa besar pukulan ekonomi yang ditanggung warga.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dinkanak) Banjarnegara, Firman Adhi, menjelaskan bahwa total 44 hektare lahan pertanian mengalami kerusakan berat. Komoditas yang terdampak meliputi padi, jagung, cabai, tomat, nilam, hingga kapulaga.

“Kerugian di bidang pertanian akibat longsor di Pandanarum ini mencapai Rp 2,9 miliar,” kata Firman, Senin (24/11/2025).

BACA JUGA:Hari Ketujuh Pencarian, Suratno Kehilangan 11 Anggota Keluarga dalam Longsor Pandanarum

Tidak hanya tanaman yang rusak, bencana juga mematikan ternak milik warga. Data Dinkanak mencatat sedikitnya 30 ekor sapi dan 250 ekor kambing mati tertimbun material longsor. Sementara ratusan ternak lain yang masih hidup terpaksa dijual cepat atau dievakuasi ke rumah kerabat di desa tetangga.

Firman menambahkan, kerugian sektor peternakan ditaksir mencapai Rp 640 juta. “Total kerugian dari sektor peternakan akibat longsor ditaksir mencapai 640 juta,” ujarnya.

Dalam masa darurat ini, sejumlah asosiasi seperti komunitas kambing-domba turut membantu dengan menyediakan pakan darurat berupa hijauan untuk ternak yang berhasil diselamatkan.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur pertanian. Embung, saluran irigasi perpipaan, serta jalur irigasi sekunder mengalami kerusakan berat akibat tertimbun longsoran. Dampaknya, sekitar 20 hektare sawah tidak lagi mendapatkan pasokan air.

BACA JUGA:Hari Ketujuh Pencarian, Dua Korban Longsor Situkung Banjarnegara Kembali Ditemukan di Sektor B

“Irigasi ini memang dibangun untuk mengaliri sekitar 20 hektare. Karena tertimbun, airnya tidak bisa mengalir dan beberapa hektare sawah jadi tidak bisa ditanami,” jelas Firman.

Dari keseluruhan kerusakan infrastruktur pertanian, nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 494 juta.

Menutup penjelasannya, Firman menegaskan bahwa total kerugian dari seluruh sektor mencapai angka yang sangat signifikan.

“Longsor di Dukuh Situkung ini telah merugikan sektor pertanian, peternakan, dan infrastruktur pendukung dengan cukup signifikan. Dari perhitungan terakhir, totalnya mencapai Rp 4,1 miliar,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: