Setelah mengikuti diet ini, disarankan untuk mengadopsi pola hidup sehat guna menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin timbul jika diet keto dilakukan dalam jangka panjang.
Risiko Diet Keto
Meskipun diet keto telah dikenal sebagai metode penurunan berat badan yang efektif, penting untuk memahami risiko yang mungkin timbul ketika diet ini dijalani dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan:
1. Kekurangan Asupan Karbohidrat Sehat
Potensial kekurangan asupan karbohidrat sehat dari buah, gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran kaya karbohidrat dapat mengakibatkan defisiensi nutrisi penting.
BACA JUGA:Mengenal Diet Baby Food yang Efektif Menurunkan Berat Badan
BACA JUGA:Tips Menjalankan Diet Mayo dengan Baik
2. Kehilangan Manfaat Vitamin dan Mineral
Diet keto yang sangat membatasi konsumsi sayuran dan buah-buahan dapat menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh.
3. Gangguan Ginjal
Konsumsi protein yang berlebihan, terutama bila berlangsung secara terus menerus dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
4. Ketoasidosis
Risiko ketoasidosis, yaitu peningkatan kadar keton yang dapat menjadi kondisi serius, harus diwaspadai terutama jika tidak diawasi dengan ketat.
5. Keluhan Awal ("Keto-Flu")
Selama fase penyesuaian awal, mungkin muncul kondisi yang dikenal sebagai "keto-flu," termasuk gejala seperti lemas, gelisah, sulit tidur, mual, rasa lapar yang mengganggu, dan penurunan konsentrasi.
Penting untuk diingat bahwa respons tubuh terhadap diet keto dapat bervariasi. Sebelum memutuskan, pertimbangkan secara matang manfaat dan risikonya, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus.