Banner v.2

Angin Kencang Rusak Delapan Rumah di Kampunglaut dan Bantarsari Cilacap

Angin Kencang Rusak Delapan Rumah di Kampunglaut dan Bantarsari Cilacap

Petugas BPBD melakukan pengecekan rumah yang terdampak bencana angin kencang di Kampunglaut dan Bantarsari Cilacap.-Taryo untuk Radarmas-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap pada Sabtu (7/3/2026), mengakibatkan delapan rumah warga di Kecamatan Kampunglaut dan Bantarsari, rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang melanda beberapa wilayah pada Sabtu siang hingga sore hari.

"Angin kencang menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga, baik di Kampunglaut maupun di Bantarsari. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah," ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Di Kecamatan Kampunglaut, kerusakan terjadi di Dusun Muaradua RT 04 RW 03 Desa Panikel.

BACA JUGA:Angin Kencang Rusak 11 Rumah di Sidaurip, Warga Diminta Tetap Waspada

Satu rumah milik warga mengalami kerusakan pada sebagian atap, setelah diterpa angin kencang sekitar pukul 14.45 hingga 16.00 WIB.

"Rumah permanen berukuran sekitar 7 x 9 meter tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa. Kerusakan pada bagian atap diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp 5 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," lanjut Taryo. 

Sementara itu di Kecamatan Bantarsari, tujuh rumah warga di Dusun Gocea, Desa Binangun juga mengalami kerusakan ringan akibat angin kencang.

"Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap dan sebagian dinding rumah, total kerugian ditaksir mencapai Rp 5,5 juta," tandasnya. 

BACA JUGA:Puluhan Rumah dan Bangunan di Cilacap Rusak Diterjang Angin Kencang

Taryo menambahkan, petugas bersama pemerintah desa dan unsur terkait telah melakukan pengecekan lokasi serta pendataan rumah yang terdampak.

"Warga bersama pemerintah desa juga sudah melakukan kerja bakti untuk membersihkan material dan memperbaiki atap rumah secara sementara," jelasnya.

Ia mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: