BACA JUGA:Tips Parenting yang Tepat Untuk Anak Usia Remaja
BACA JUGA:10 Tips Parenting untuk Menemukan dan Mengembangkan Bakat Anak, Sangat Mudah
2. Kesulitan dalam pengambilan keputusan
Orang tua yang mengasuh anak secara permisif cenderung kurang campur tangan atau memberikan masukan dalam banyak keputusan yang harus diambil anak. Mereka lebih suka membiarkan anak mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah sendiri.
Namun, anak tetap membutuhkan bimbingan orang tua saat menghadapi masalah atau membuat keputusan. Jika hal ini terus-menerus terjadi, dapat berdampak pada keterampilan sosial anak yang mungkin kurang berkembang.
3. Kesulitan mengelola stres
Anak yang tumbuh dengan pola asuh permisif biasanya mengalami kesulitan dalam mengelola stres. Hal ini karena mereka tidak terlatih untuk mengendalikan emosi dengan baik, terutama saat menghadapi situasi di mana keinginan mereka tidak terpenuhi.
Penelitian menunjukkan bahwa anak yang tidak terlatih mengelola stres dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kepribadian yang kurang empati, sulit bergaul, dan cenderung melakukan perilaku yang tidak sehat ketika dewasa, seperti mengonsumsi alkohol berlebihan atau menggunakan obat-obatan terlarang.
BACA JUGA:Inilah Cara Menghadapi Anak yang Sedang Tantrum
BACA JUGA:5 Cara Efektif Mengatasi Anak Saat Tantrum
4. Kesulitan dalam pengaturan waktu dan kebiasaan
Karena tidak terbiasa dengan aturan dan disiplin, anak yang diasuh dengan pola asuh permisif juga sering mengalami kesulitan dalam mengatur waktu dan kebiasaan mereka sendiri. Hal ini dapat berdampak negatif pada prestasi akademik mereka dan membuat mereka sulit mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah.
Langkah-Langkah Mengubah Pola Asuh Permisif
Mengingat konsekuensi yang kurang menguntungkan bagi perkembangan anak, disarankan untuk menggantikan pola asuh permisif dengan pola asuh yang lebih baik, seperti pola asuh otoritatif. Berikut adalah beberapa metode yang dapat diterapkan oleh orang tua untuk melakukan perubahan dari pola asuh permisif ke pola asuh otoritatif:
- Tetapkan aturan dasar di rumah untuk anak, seperti tugas rumah tangga, jadwal tidur, atau waktu bermain. Hal ini akan membantu anak memahami standar perilaku yang diharapkan dan meningkatkan tanggung jawab mereka.
- Pertahankan konsistensi dan ketegasan dalam menjalankan aturan yang telah ditetapkan.
- Sampaikan penjelasan kepada anak mengenai alasan di balik aturan yang ditetapkan oleh orang tua.
- Terapkan konsekuensi yang dapat berupa teguran atau hukuman ringan ketika anak melanggar aturan. Pastikan anak memahami tujuan dari konsekuensi tersebut.
- Apresiasi setiap usaha yang dilakukan anak untuk mematuhi aturan, misalnya dengan memberikan pujian atau kasih sayang.
Meskipun memberikan kenyamanan kepada anak kadang-kadang diperlukan, namun bila dilakukan secara berlebihan atau melibatkan pola asuh permisif, hal ini dapat merugikan perkembangan anak. Oleh karena itu, bagi orang tua yang sudah terbiasa menerapkan pola asuh permisif, disarankan untuk mempertimbangkan perubahan ini guna meningkatkan kesejahteraan anak.