[caption id="attachment_96925" align="aligncenter" width="500"] Ilustrasi[/caption] Standar Kelulusan Jadi Otonomi PURWOKERTO-Sikap berbeda ditunjukkan sekolah menanggapi tidak adanya prosentase standar kelulusan antara nilai rapor dan nilai ujian sekolah. Sekolah berpendapat jika hal tersebut merupkan otonomi sekolah dan untuk kualitas lulusan bisa dilihat dari Ujian Nasional yang sifatnya lebih independen. Kepala SMP 1 Purwokerto, Sulistyaningsih MPd mengatakan, dengan adanya kebijakan tersebut, pemerintah memberikan kepercayaan kepada sekolah. Menurut dia, selama sekolah jujur dan adil, kualitas lulusan siswa akan tetap terjaga. Selain itu, untuk mengetahui kualitas murid bisa dilihat dari Ujian Nasional. "Kejujuran bisa dilihat dari nilai Ujian Nasional. Jika terdapat selisih yang terlampaui jauh dimungkinkan ada ketidakberesan," jelasnya. Terkait kebijakan tersebut, pihaknya segera melakukan koordinasi untuk menentukan prosentase nilai rapor dan juga nilai ujian sekolah. "Kemungkinan minggu depan, kami akan melakukan koordinasi. Jadi untuk sekarang saya belum bisa memberikan kisaran, berapa prosentase masing-masing untuk dua poin tersebut. Setelah dilakukan koordinasi nanti kami akan mensosialisasikan kepada orang tua," ujarnya. Agar siswa mendapatkan nilai memuaskan sesuai standar kelulusan, pihaknya akan terus memberikan try out untuk peningkatan kualitas. Hal senada juga diunggapkan Humas SMP 5 Purwokerto Cipto Pratomo. Menurut dia, dkebebasan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada sekolah. "Meski diberikan kebebasan, saya yakin baik sekolah saya maupun sekolah lain tidak sembarangan dalam menentukan prosentasenya," kata dia. Menurut Cipto, kualitas lulusan nantinya pasti akan berimbas pada jumlah pendaftar sekolah. Sekolah dengan kualitas lulusan lebih baik, jumlah pendaftar akan lebih banyak dibanding dengan sekolah dengan kualitas lulusan dibawah. "Ini juga menentukan masa depan sekolah, jadi saya yakin tidak ada sekolah yang sembarangan dalam penentuan tersebut," tambahnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tidak ada standar prosentase antara nilai rapor dan nilai ujian sekolah dalam kualitas lulusan siswa, sempat diragukan. Sebab berkaca dari tahun sebelumnya, lulusan dengan adanya prosentase maupun standar masih bisa dimanipulasi melalui nilai rapor. Terlebih dengan dihapusnya aturan tersebut, kualitas lulusan siswa justru semakin dipertanyakan. (ida)
Sekolah Merasa Lebih Dipercaya
Sabtu 23-01-2016,13:39 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 14-10-2026,18:49 WIB
Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Puskesmas 1 Klirong
Rabu 14-10-2026,16:16 WIB
Masjid Seribu Bulan Butuh Rp 100 Miliar, Pemkab Banyumas Cari Sumber Dana Tambahan
Rabu 14-10-2026,16:43 WIB
Dugaan Korupsi Keuangan Desa Karangsari Banjarnegara, Kerugian Negara Capai Rp380 Juta
Rabu 14-10-2026,18:05 WIB
Wapres Gibran Berikan Bantuan Sembako untuk Santri di Kebumen
Rabu 14-10-2026,18:09 WIB
Porprov 2026, Kebumen Terjunkan 176 Atlet
Terkini
Kamis 15-10-2026,15:56 WIB
Warga di Kebumen Putuskan Kubur Hiu Totol, namun Terkendala Alat Berat
Kamis 15-10-2026,15:47 WIB
Warga Bukateja Bisa Cetak KTP-el di Kecamatan, tetapi Masih Terganjal Blanko
Kamis 15-10-2026,15:40 WIB
TPS Pesantren Terkendala Anggaran, Drone Penilai Adipura Mulai Pantau Banyumas
Kamis 15-10-2026,15:36 WIB
Pastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Hakim PN Banjarnegara Turun Langsung ke Rutan
Kamis 15-10-2026,15:32 WIB