Banyak UMKM berlokasi di daerah pedesaan yang sering kali terpinggirkan dari pertumbuhan ekonomi. KUR membantu mengembangkan daerah pedesaan dengan memberikan dorongan ekonomi yang diperlukan. Ini dapat mengurangi migrasi ke kota-kota besar dan menjaga keberlanjutan komunitas pedesaan.
BACA JUGA:Mempelajari Seluk-beluk Kredit Multiguna dan Keuntungannya
BACA JUGA:Begini Cara Dapatkan Kredit Mobil dan Motor Syariah, Hindari Riba
6. Pemberdayaan Perempuan dan Komunitas Marginal
KUR juga memiliki dampak sosial yang signifikan dengan membuka peluang bagi perempuan dan komunitas marginal untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka. Ini mempromosikan kesetaraan gender dan inklusi sosial.
Sebelum dan sesudah adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terdapat perbedaan signifikan dalam kondisi UMKM dan dampaknya pada ekonomi serta masyarakat. Berikut perbedaannya:
Sebelum Adanya KUR
1. Akses Terbatas ke Modal
Sebelum adanya KUR, banyak UMKM memiliki akses terbatas atau bahkan tidak memiliki akses sama sekali ke modal usaha. Keterbatasan modal sering menjadi hambatan utama dalam pengembangan usaha.
BACA JUGA:Mudah & Suku Bunga Kompetitif, 10 Menit Ajukan Pinjaman dengan BRI Ceria
BACA JUGA:Ini 3 Daftar Pinjol Aman 2023 Pinjaman Dana Rp 5 Juta Tanpa Jaminan, Aman Terpantau OJK
2. Suku Bunga Tinggi
Peminjaman dari lembaga keuangan formal seringkali melibatkan suku bunga yang tinggi, sehingga membebani UMKM dengan beban finansial yang besar.
3. Kurangnya Pendampingan
UMKM seringkali kurang mendapatkan pendampingan atau pelatihan yang dibutuhkan untuk mengelola usaha mereka dengan efektif. Ini dapat mengakibatkan kurangnya pengetahuan manajemen dan strategi bisnis.
4. Ketidakpastian Masa Depan