Tangkapan layar pri terduga pelaku pelecehan seksual di Stasiun Manggarai (Instagram @krlmania)
RADARBANYUMAS, JAKARTA – Kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di stasiun commuter line (KRL).
Kali ini menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial LS (42), saat tengah menunggu KRL di peron Stasiun Manggarai Rabu (6/7) siang.
Kasus ini bermula saat LS tengah duduk di bangku ruang tunggu peron Stasiun Manggarai, hendak pulang ke rumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan.
Saat dirinya tengah duduk menunggu bersama temannya, tiba-tiba terduga pelaku atas nama Dede Suhendar (32), yang berdiri di belakangnya menempelkan tangannya ke bahu LS.
Seketika itu LS curiga dengan perilaku Dede, karena kondisi peron belum terlalu ramai. Kendati demikian, LS belum berani teriak, takut hal itu dilakukan tak sengaja.
Namun setelah dirinya diam, Dede justru menjadi-jadi. Tanpa malu, Dede kemudian menempelkan alat kelaminnya ke punggung LS yang berada di depannya.
Atas tindakan Dede, seketika itu LS langsung menegurnya.
” Hei, ngapain kamu di belakang saya,” kata LS saat berbincang dengan JawaPos.com di belakang ruang pemeriksaan.
https://radarbanyumas.co.id/melakukan-pelecehan-seksual-di-ka-nik-pelaku-sudah-diblokir/
Selanjutnya, karena tindakannya ketahuan dan takut di massa, Dede langsung berlari meninggalkan korban.
Tangkapan layar pri terduga pelaku pelecehan seksual di Stasiun Manggarai (Instagram @krlmania)
Sementara itu, melihat Dede lari, sejurus kemudian, korban dan temannya langsung berteriak dan berlari mengejar pelaku yang lari di sepanjang peron.
Beruntung, berkat teriakan korban dan temannya, pelaku langsung bisa diamankan oleh petugas ke amanan yang berjaga di ujung peron. Pelaku kemudian di bawa ke bagian keamanan Stasiun Manggarai.
Saat ditanya atas perbuatan yang dilakukannya, Dede mengaku khilaf dan baru pertama kali melakukan pelecehanan seksual.
Dede meminta agar perbuatannya tak dilaporkan ke polisi.
“Saya baru pertema kali melakukan. Nggak tahu kenapa tiba-tiba saya melakukan itu,” ucapnya memelas di ruang pemeriksaan.
Di lain pihak, karena tak terima atas tindakan pelaku, korban langsung melaporkannya ke kantor Pol Sub Sektor Manggarai.
“Sudah buat laporan,” tukas LS. (jpc)