Banner v.2

Kemenag Banyumas Genjot Persiapan TKA, MI Diminta Matangkan Ujian

Kemenag Banyumas Genjot Persiapan TKA, MI Diminta Matangkan Ujian

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Banyumas, Dr. H.M Wahyu Fauzi Aziz, SH, M.Si mengumpulkan kepala madrasah terkait rakor pemantapan TKA bulan depan.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kurang dari satu bulan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang pada 20 hingga 30 April 2026, Kantor Kemenag Banyumas maraton menggelar rapat koordinasi bersama kepala MI via Zoom. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh madrasah siap menghadapi pelaksanaan ujian tersebut.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Banyumas, Dr. H.M Wahyu Fauzi Aziz, SH, M.Si mengatakan rakor difokuskan pada pemantapan TKA yang menjadi instrumen krusial mengukur efektivitas pembelajaran di madrasah. Ia juga berpesan agar kepala MI benar-benar memantau persiapan serta memberi motivasi kepada peserta didik.

"Lakukan simulasi atau tryout agar peserta didik siap mental dan teknis," pesannya.

Fauzi juga mengingatkan agar progres data pengawas TKA turut dipantau karena Kabupaten Banyumas saat ini masih berada di posisi bawah terkait kelengkapan data tersebut di Kanwil Kemenag Jateng. Kondisi ini dinilai perlu segera diperbaiki agar tidak menghambat pelaksanaan ujian.

BACA JUGA:Kemenag Purbalingga Tinjau 11 Masjid Ramah Pemudik 2026 di Jalur Utama Mudik

Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kabupaten Banyumas, KH. Sabar Munanto, S.Ag, M.PdI menginstruksikan agar pengurus KKM tingkat kecamatan segera menyetorkan daftar pengawas silang. Ia menegaskan pengawasan dilakukan lintas sekolah untuk menjaga objektivitas pelaksanaan TKA.

"Pengawas silang antar SD dengan MI," jelasnya.

Kepala MI Ma'arif NU Pageraji, H. Akhmad Tontowi, M.PdI menambahkan khusus di Kabupaten Banyumas dilaksanakan tryout online agar persiapan TKA semakin matang. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa dibandingkan daerah lain.

Prinsip TKA menguji pengetahuan peserta didik terkait mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Sementara itu, TKAD menguji pengetahuan peserta didik untuk mapel IPA dan PKn sekaligus menjadi standarisasi nilai peserta didik masuk ke SMP.

BACA JUGA:Kemenag Purbalingga Salurkan 2.150 Paket Sembako Lewat Bazar Gratis

"Berbeda dengan TKAD yang menguji pengetahuan peserta didik untuk mapel IPA dan PKn sekaligus standarisasi nilai peserta didik masuk ke SMP," pungkasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: