Puncak Arus Mudik Diprediksi 29-30 April, Capai Hingga 85,5 Juta Pemudik

Rabu 20-04-2022,14:21 WIB

Ilustrasi arus mudik (istimewa) JAKARTA - Jelang lebaran, tradisi masyarakat Indonesia selama ini yani mudik, atau pulang ke kampung halaman. Apalagi saat ini pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik setelah dua tahun lamanya dilarang untuk mudik lantaran pandemi Covid-19. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memprediksi puncak arus mudik Lebaran diprediksi terjadi pada 29 dan 30 April. Sedangkan puncak arus balik pada 8 Mei. Diperkirakan lonjakan jumlah kendaraan di Jabar terjadi pukul 07.00–09.00 WIB. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat A. Koswara mengatakan, jumlah pemudik pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 Masehi secara nasional diprediksi mencapai 85,5 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 14,9 juta orang pemudik akan masuk atau bertujuan ke wilayah Jawa Barat di luar wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek), atau sekitar 17,2 persen dari total pemudik. ”Pemudik yang akan masuk wilayah Jakarta plus Bodebek akan mencapai 5,9 juta orang atau sekitar 7,0 persen. Kemudian, tujuan pemudik terbanyak masih ke wilayah Jateng dengan perkiraan mencapai 27,5 persen atau sekitar 23,5 juta orang, Jatim 16,8 juta orang atau 19,6 persen,” terang Koswara seperti dilansir dari Antara. https://radarbanyumas.co.id/antusiasme-warga-jateng-sambut-program-mudik-gratis/ Dinas Perhubungan Jabar memperkirakan warga Jabar yang akan keluar pada momen Idul Fitri 1443 H mencapai 9,2 juta orang. Sementara Jakarta plus Bodebek mencapai 14 juta orang. ”Pemudik yang akan melintas Jabar diperkirakan mencapai 4,5 juta orang. Mereka melintasi jalan arteri, hingga jalur alternatif, dan terutama jalan tol,” ujar Koswara. ”Pemudik yang akan melintas Jabar diperkirakan mencapai 4,5 juta orang. Mereka melintasi jalan arteri, hingga jalur alternatif, dan terutama jalan tol,” ujar Koswara. Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Jabar Idat Rosana menambahkan, kendaraan yang digunakan pemudik akan didominasi kendaraan pribadi, baik mobil ataupun motor. Mobil diprediksi mencapai 28,6 persen sementara motor sekitar 21,5 persen. Sisanya menggunakan kendaraan angkutan umum seperti bus kota (17,38 persen), kereta api (9,7 persen), pesawat (8,13 persen), dan sisanya lewat jalur laut/sungai. Diperkirakan, pemudik dengan mobil memilih istirahat di rest area baik di dalam jalan tol atau jalan arteri. Sementara pemotor akan memilih istirahat di kawasan SPBU. ”Kami mengantisipasi penumpukan kendaraan saat istirahat, baik di rest area dan SPBU, agar tidak mengganggu lalu lintas,” papar Idat Rosana. Total personel Dishub, baik di tingkat Jabar hingga kabupaten/kota yang akan bertugas selama arus mudik dan balik mencapai sekitar 5.000 orang. Personel akan diturunkan di jalur mudik hingga di posko-posko sepanjang jalur mudik di Jabar. Idat Rosana menjelaskan, Dishub Jabar telah melakukan sejumlah antisipasi selama momen mudik. https://radarbanyumas.co.id/pemudik-pengguna-motor-wajib-tahu-tips-aman-mudik-menggunakan-sepeda-motor/ Di antaranya menyediakan informasi terpadu angkutan Lebaran Si Manis dan menyiarkan secara langsung (live streaming) kondisi lalu lintas, melalui radio dan internet. Dishub Jabar juga menyiapkan posko mudik di terminal bandara, dermaga, dan rest area dengan total 42 titik. (jawapos/ali)

Tags :
Kategori :

Terkait