Italia dan Portugal, Jalan Panjang Dua Jawara

Rabu 17-11-2021,11:14 WIB

Italia dan Portugal harus menempuh jalan yang lebih panjang menuju putaran final Piala 2022 Qatar. Keduanya harus melakoni babak playoff usai hanya finish di posisi runner up pada masing-masing grup. Portugal gagal mempertahankan posisi puncak grup A, usai kalah 1-2 dari Serbia di matchday 10 akhir pekan lalu. Sial bagi Cristiano Ronaldo dkk, mengingat Serbia merupakan tim yang terus menguntit mereka sejak awal grup. Kemenangan atas Portugal itu, jelas langsung memantapkan Serbia sebagai juara grup A, sekaligus otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 Qatar. Nasib serupa dialami Gli Azzuri. Memuncaki klasemen grup C hingga macthday ke-9, Italia harus turun tahta usai laga terakhir. Pasukan Roberto Mancini yang membutuhkan kemenangan untuk menjauh dari kejaran Swiss, justru malah tertahan oleh Irlandia Utara dengan skor 0-0. Hingga akhirnya Swiss berhasil merebut satu tiket lolos Piala Dunia 2022 dari zona Eropa. Kegagalan Italia dan Portugal lolos langsung ke Piala Dunia 2022 menjadi sorotan banyak pihak. Mengingat keduanya merupakan jawara Piala Eropa dua edisi berturut-turut. Portugal menjadi raja Eropa pada tahun 2016, sementara Italia masih euforia menyandang status juara Eropa edisi 2020 lalu. Namun apa mau dikata, keduanya harus menempuh jalan lain, yakni di babak playoff zona Eropa, yang akan dimulai pada bulan Maret 2022 mendatang. Total, akan ada 12 tim yang akan berlaga di playoff dan ditambah tiga tim terbaik dari Nations League yang tidak berlaga di laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hanya tiga tim yang akan mendapatkan tiket lolos Piala Dunia. Dan Italia dan Portugal masih bisa meraihnya. Itupun juga keduanya tidak bertemu dalam undian playoff mendatang. Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo menyebut Portugal masih belum menyerah pada Piala Dunia 2022 ini. Ronaldo menegaskan kalau dirinya dan tim masih akan tetap berjuang demi dapat tiket ke Qatar nanti. "Sepakbola telah menunjukkan kepada kita berkali-kali bahwa, itu adalah jalan yang paling berliku untuk mengarah pada hasil yang paling diinginkan," tulisnya di media sosial pribadinya. "Hasil kemarin berat diterima, tapi kami tidak terpuruk. Mimpi kami ke Piala Dunia 2022 masih hidup dan kami tahu apa yang harus kami lakukan untuk sampai ke sana. Portugal menuju Qatar," tutupnya. Hal serupa juga diungkapkan Pelatih Italia, Roberto Mancini. Bahkan Mancini optimistis Gli Azzurri dapat melewati playoff dan bahkan menjuarai Piala Dunia 2022. "Kami akan mencapai Piala Dunia pada Maret dan kemudian mungkin kami bahkan akan memenangkannya. Saya benar-benar percaya diri," kata Mancini dilansir dari BBC. Meski demikian, Roberto Mancini tetap menyesalkan hasil imbang melawan Irlandia Utara. "Meskipun mengendalikan pertandingan, kami kesulitan untuk mencetak gol saat ini (vs Irlandia Utara)," jelas Mancini. "Irlandia Utara menempatkan semua pemain di pertahanan dan kami kesulitan untuk menembusnya." "Ini memalukan karena kami seharusnya menyelesaikan grup ini lebih cepat," tambahnya. https://radarbanyumas.co.id/montenegro-vs-belanda-kejar-rekor-tak-terkalahkan/ "Kami harus menemukan kembali identitas permainan kami dan tetap tenang sampai Maret," sebutnya. Terpeleset ke babak playoff membuat timnas Italia terancam mengulangi mimpi buruk tahun 2017 silam. Saat itu, timnas Italia juga harus melewati babak playoff. Azzurri kemudian kalah agregat 0-1 dari Swedia sehingga gagal ke Piala Dunia 2018.(bay)

Tags :
Kategori :

Terkait