Mahasiswa Tumbang di Depan Minimarket

Rabu 30-01-2019,10:10 WIB

AMBIL MOTOR : Anggota Polsek Purwokerto Utara didampingi Kapolsek menyerahkan sepeda motor yang ditinggal mahasiswa di depan minimarket saat mabuk.Polsek Purwokerto Utara Karena Mabuk, Dilarikan ke RS PURWOKERTO- Seorang mahasiswa bernama Islah Aftar ditemukan mabuk berat di depan sebuah minimarket di Kelurahan Sumampir, Purwokerto Utara Selasa (29/1) dinihari lalu sekira pukul 04.00. Islah kemudian ditemukan oleh anggota Polsek Purwokerto Utara yang sedang berpatroli dan diantar ke RST Wijayakusuma. Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kapolsek Purwokerto Utara Kompol Sudarsono mengatakan, saat ditemukan mabuk berat, Islah diketahui membawa sepeda motor Vixion nopol R 4616 ER. Untuk Sepeda motor tersebut, kemudian diamankan ke Mapolsek Purwokerto Utara. "Jadi dinihari itu, anggota membawa sepeda motor tersebut bersama pemiliknya. Sementara pemiliknya diantar ke rumah sakit, sepeda motor dan barang berharga miliknya diamankan di Mapolsek menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar dia. Menurutnya, mahasiswa tersebut ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri. Sehingga petugas melakukan langkah pertolongan pertama dan diantar ke rumah sakit agar mendapat perawatan medis. Setelah mengantar mahasiswa tersebut, polisi berusaha menghubungi pihak keluarga dengan mencari identitas yang dibawanya. Setelah mengetahui identitas dan alamat rumah mahasiswa tersebut, petugas menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan apa yang dialami Islah. "Pihak keluarga kemudian datang mengambil sepeda motor ke Mapolsek Purwokerto Utara Selasa sekira pukul 09.20. Sepeda motor tersebut pun diresahkan ke pihak keluarga bernama Oemy Barra Rifa (51) warga Karangnanas, Sokaraja disaksikan Bhabinkamtibmas dan perangkat Sumampir," terang Kapolsek. Dari kejadian ini, Kapolsek menghimbau keluarga untuk mengawasi pergaulan anaknya. Pihak orang tua dihimbau memberi pengertian bahaya minuman keras dan menjauhkan anaknya dari miras serta narkoba. "Saat ini mahasiswa tersebut masih di rumah sakit, kami himbau agar keluarga menjaga pergaulan anaknya dan mendidik anaknya agar tidak mengulangi perbuatannya. Sebab, perbuatann tersebut selain membahayakan diri sendiri juga dapat membahayakan orang lain, termasuk keselamatan," imbuh Sudarsono. (mif)

Tags :
Kategori :

Terkait