Tiga Atlet Sepatu Roda Banyumas Berjaya Di Hamengkubowono Cup 2016

Senin 06-06-2016,05:58 WIB

PURWOKERTO - Tiga atlet pemula sepatu roda Kabupaten Banyumas berhasil menyumbangkan 4 medali perak dan 1 perunggu pada Kejuaraan Hamengbuwono Cup yang berlangsung pada 27 hingga 29 Mei lalu di Sirkuit Sepatu Roda Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Pelatih sepatu roda Kabupaten Banyumas, Heri Wahyu Setiono kepada Radarmas mengatakan, diantara tiga atlet tersebut terdapat satu orang atlet pemula mendapat 2 perak dan 1 atlet meraih perak dan perunggu sekaligus. "Dua perak atas nama Kejora Lintang Persada, 1 perak dan 1 perunggu atas nama M Lazuardi serta 1 perak lainnya diraih M Hanif Al Banna. Totalnya 4 perak dan 1 perunggu," katanya. Heri menjelaskan dalam ajang Hamengku Buwono Cup tersebut, dirinya menurunkan 5 atlet standar dan 16 atlet pemula. "Dari 5 atlet pemula, 4 orang gugur di babak penyisihan dan hanya 1 atlet yang dapat menembus final atas nama Gatis Arnindya. Itupun hanya bisa keluar di posisi ketiga," terang dia. Heri menambahkan,dia memang sengaja tidak menurunkan atletnya di kelas speed dan hanya ikut kelas pemula dan standar. Pasalnya, untuk kelas speed menurutnya saat ini belum waktunya. Masih dibutuhkan proses pematangan karena kebanyakan atlet memang baru memulai latihan. "Tetapi secara pembinaan tentu sangat baik, karena sejak usia sedini mungkin mereka sudah dikenalkan dengan Sepatu Roda," sambungnya. Dia mengungkapkan, peminat cabor sepatu roda di Banyumas saat ini sudah mulai ramai dan respon dari para orangtua juga cukup baik. Selain itu, semakin banyaknya klub sepatu roda akan berimbas pada pembinaan yang juga semakin dapat berjalan. "Sayang kalau peluang ini tidak dimanfaatkan. Apalagi saat ini juga telah berdiri Pusaka Speed Skating Club (PSSC) yang juga saya latih," tutur dia. Heri meminta kepada dinas terkait agar kedepan lintasan Sepatu Roda di GOR Satria Purwokerto dapat diaspal ulang agar permukaannya dapat lebih halus demi peningkatan prestasi atlet Sepatu Roda Kabupaten Banyumas. Apalagi saat hujan turun pada sore hari sewaktu atlet sedang menjalani latihan, otomatis atlet tidak dapat berlatih on skate di lintasan. "Di beberapa kota besar lintasan sepatu rodanya sudah menggunakan perkerasan beton sehingga apabila ada genangan air secepatnya bisa dibuang," tutupnya. (yda)

Tags :
Kategori :

Terkait