Burung Kuntul Ternyata Ampuh Untuk Basmi Hama di Sawah

Selasa 07-07-2020,10:44 WIB

Seorang petani sedang membajak sawah. Foto Saefur/Kebumen Ekspress-Radar Banyumas KEBUMEN - Sejumlah petani di Kabupaten Kebumen merasa senang adanya kehadiran burung kuntul. Mereka menilai burung kuntul dapat menyelamatkan tanaman padi dari serangan hama binatang keong emas, tikus dan semut. Burung dengan leher dan paruh panjang itu akhir-akhir ini banyak terlihat di sawah wilayah Kebumen terutama saat petani membajak lahan. Dari hasil pantauan Kebumen Ekspres, populasi burung kuntul mulai ramai turun ke persawahan karena petani mulai melakukan percepatan tanam padi pada musim kedua ini. Ribuan burung yang berjenis burung kuntul putih bermunculan untuk mencari makanan. Muhlisin (58) seorang petani Desa Jemur Kecamatan, Kabupaten Kebumen mengaku terbantu adanya populasi burung kuntul. Burung berwarna putih dengan leher panjang itu banyak bergerombol saat petani membajak sawah. Mereka memakan keong emas, cacing, tikus dan beberapa hama padi. "Banyak sekali mas, ratusan sampai ribuan, burung itu tidak mengganggu justru membantu kami memakan hama," katanya disela-sela membajak sawah. Dari simbiosis mutualisme antara petani dan burung kuntul itu, petani menjaga populasi burung kuntul karena bisa mencegah dari serangan hama penyakit. Saat ini burung kuntul banyak ditemui di sekitar sawah dekat perkotaan dan wilayah sawah datar di Kabupaten Kebumen yang menggarap proses tanam musim kedua dengan air irigasi. “Kami sejak puluhan tahun lalu, petani di sini tidak mengganggu populasi burung kuntul yang hidup secara berkelompok dan sering ditemukan di areal persawahan warga,” kata sembari melanjutkan membajak sawah di selatan Jalan Arumbinang Kebumen. Menurut dia, diperkirakan populasi burung kuntul di wilayah ini mencapai ribuan dengan kisaran 1.000 sampai 10.000. Mereka setiap hari memadati persawahan warga untuk mencari makanan belalang, ikan, keong emas, dan kodok. Burung-burung itu datang ke areal persawahan secara berkelompok pada waktu pagi dan sore hari. Namun, siang dan malam hari mereka kembali ke sarang di pohon yang ada di hutan lindung yang jarak tempuhnya tidak begitu jauh dengan areal persawahan warga. “Kami sangat menyukai keberadaan burung kuntul ini dan menjadikan pemandangan tersendiri bagi warga. Sebab burung Kuntul dengan warna putih sangat indah dipandang mata kala pagi maupun sore hari, bahkan banyak warga yang sengaja selfi dan memotret burung -burung itu,” ujarnya. Selain itu, Nur Salim (60), petani Desa Meles Kecamatan Adikarso Kabupaten Kebumen mengaku dirinya bersama petani lain terus melestarikan habitat hewan tersebut dan tidak berani melakukan perburuan liar, meskipun daging burung Kuntul itu enak dimakan, tetapi warga melarang perburuan liar. "Masyarakat setempat tidak ada yang berani memburu burung kuntul, bahkan kami melarang jika ada pemburu yang menembaknya," katanya. Nur Salim menjelaskan burung kuntul memiliki biasa membuat sarang di sejumlah pohon yang memiliki ketinggian di atas 10 meter dari permukaan tanah, seperti pohon asem, mahoni, sengon, beringin dan pohon bambu. “Kami menjaga habitat burung kuntul karena bisa menyelamatkan tanaman padi, meski kadang pohon yang dihinggapi burung kuntul banyak kotorannya tapi itu membuat tanaman tambah subur, kami berharap masyarakat juga ikut menjaga populasi burung ini meski kadang bermigrasi,” tambahnya. (fur)

Tags :
Kategori :

Terkait