Penggunaan Elpiji Tiga Kilogram
KEBUMEN - Untuk menjaga saluran distribusi elpiji 3 kg bersubsidi tepat sasaran Disperindag Kabupaten Kebumen bersama PT Pertamina (Persero) dan Agen Brigas bersama kembali menggelar sidak ke pengusaha kuliner nonmikro terkait penyalahgunaan LPG bersubsidi, Selasa (24/9).
Hasil sidak tersebut ditemukan 52 tabung gas 3 kg di tujuh titik. Sales Eksekutif LPG Rayon VIII Kedu, Dimas Aji Khatisma Cakra mengatakan sidak ini kali ini masih menyasar para pengusaha kuliner nonmikro yang masih menggunakan elpiji 3 kg dalam menjalankan usahanya sekaligus pemberian edukasi untuk beralih ke elpiji nonsubsidi.
"Sidak ini dirutinkan mengingat masih banyak ditemukan beberapa tempat usaha kuliner yang masih kedapatan menggunakan elpiji 3 kg dalam kegiatan operasional usahanya," katanya.
Kasie Pengawasan Perdaganagn dan Distribusi Barang, Disperindag Kabupaten Kebumen, Rud Tomico El Umam SH MH, mengatakan pertumbuhan ekonomi kebumen saat ini mulai meningkat, banyak usaha makanan yang masih menggunakan elpiji 3kg hal itu berimbas pada kelangkaan di masyarakat.
Disperindag akan memberikan tindakan tegas kepada pengusaha yang masih menggunakan elpiji 3 kg. Melalui sidak yang rutin dilaksanakan Pertamina dan Disperindag, diharapkan dapat menjaga distribusi elpiji 3 kg agar disalurkan sesuai dengan peruntukannya.
"Ini sudah sidak ke dua di tahun 2019. Kami lakukan sidak karena banyaknya keluhan dari masyarakat terkait kelangkaan elpiji 3 kg. Sidak ini diharapkan dapat memberikan efek jera pada pengusaha, sehingga distribusi elpiji 3 kg bisa tepat sasaran," katanya.
Pada kegiatan sidak tersebut melibatkan pengusaha Agen, Satpol PP, dan perwakilan PT Pertamina itu diawali menyeser penguasa kuliner di lokasi Pasar Tumenggungan, warung mie ayam di Taman Kota, Pengusaha bakso di Desa Candiwulan hingga sidak dilanjutkan ke wilayah Petanahan, dan Gombong.
Kordinator Agen Gas LPG wilayah Kebumen, Ir Saat Rachmana, mengatakan dari hasil sidak di tikij titik yang tersebar di wilayah Kebumen itu ditemukan 52 tabung gas LPG 3 Kg yang masih digunakan oleh para pengusaha kuliner beromset besar.
Saat mengatakan pada sidak kali ini, pihaknya bersama Pertamina dan Diaperindag juga memberikan sosialisasi mengenai kegiatan tukar tabung elpiji 3 kg menjadi Bright Gas 5,5 kg di agen elpiji nonsubsidi Pertamina yang ada di Kebumen, dengan menukarkan dua tabung kosong elpiji 3 kg menjadi satu tabung Bright Gas 5,5 kg dengan cukup menambahkan Rp 67 ribu untuk isi tabung di luar ongkos kirim.
"Dari hasil alhamdulillah ada beberapa yang sudah menggunakan elpiji yang sesuai namun, beberapa masih ditemukan. Kedepan kami akan rutin untuk keliling mengecek dan memberikan himbauan adanya pengguna elpiji 3 kg yang tidak sesuai, tidak menutup kemungkinan kita kedepan akan sidak ke rumah PNS," katanya.
Sementara itu, Rud Tomico El Umam menambahkan, usai sidak itu pihaknya juga memberikan himbauan kepada anggota PNS, TNI, Polri untuk tidak menggunakan elpiji 3kg. Karena subsidi elpiji 3 kg hanya diperuntukkan untuk keluarga miskin, nelayan kecil dan usaha mikro.
Tak hanya itu terkait sidak kerumah PNS dan TNI, Polri, Rud Tomico menambahkan soal rencana sidak kerumah pejabat, PNS TNI dan Polri hal itu masih dicanangkan namun pihaknya telah membrikan himbauannya kepada mereka yang telah mampu dan masih menggunakan LPG 3 KG untuk segera beralih ke LPG Bright Gas 5,5 Kg. (fur)