Bulan Ramadan Museum Wayang Banyumas Tetap Ramai, Pelajar dan Mahasiswa Asing Datang
Museum Wayang Banyumas di bulan Ramadan mulai ramai lagi dikunjungi dari kalangan pelajar lokal maupun asal luar negeri setelah sebelumnya sempat sepi. -FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Bulan Ramadan tanpa agenda outing class tidak membuat Museum Wayang Banyumas kehilangan daya tariknya. Setelah sempat sepi di awal puasa, kunjungan kembali bergerak naik, terutama dari kalangan pelajar.
Staf Pengelola Museum Wayang Banyumas, Gilang Eka, menyampaikan kondisi sempat lengang saat libur dan cuti bersama Imlek bertepatan dengan awal Ramadan. Mayoritas pengunjung yang berasal dari siswa sekolah belum kembali beraktivitas sehingga kunjungan menurun.
Memasuki hari-hari setelah siswa kembali masuk sekolah, arus kunjungan mulai berdatangan lagi. Para pelajar memanfaatkan museum sebagai tempat belajar sekaligus menyelesaikan tugas akademik.
"Kunjungan siswa sekolah untuk mengerjakan tugas, dari kemarin pada take video di museum," kata Gilang, Kamis (5/3). Ia menyebut aktivitas pembuatan video dan pengumpulan data menjadi tren kunjungan terbaru dari sekolah-sekolah.
BACA JUGA:Komite Seni Budaya Nusantara Puji Pentas Wayang Kulit Ketua DPRD Jateng Sumanto
Selain untuk produksi konten tugas, siswa juga datang untuk kebutuhan literasi. Mereka menggali informasi langsung dari koleksi dan narasumber di museum guna memperkuat data dalam tugas tertulis.
Pengelola dan pemandu wisata dinilai sebagai sumber informasi yang kompeten dalam menjelaskan perihal pewayangan. Hal ini menjadikan museum tetap relevan sebagai pusat wisata edukasi di Banyumas.
Tak hanya pelajar lokal, museum juga menerima kunjungan mahasiswa internasional asal Sudan selama Ramadan. Kehadiran mereka menambah warna kunjungan di tengah bulan puasa.
Ketua Pokdarwis Sudagaran, Doso Hidayatulloh, mengatakan kunjungan tersebut berkaitan dengan pembelajaran bertema “it’s about guide”. Kegiatan itu menjadi praktik langsung memandu turis mancanegara yang berkunjung ke kawasan Kota Lama Banyumas, termasuk museum.
BACA JUGA:Kunjungan Pelajar ke Museum Wayang Banyumas Meningkat, Sekolah Manfaatkan Waktu Jelang Ramadan
"Jadi, kita praktek langsung guide turis mancanegara yang jalan-jalan di Banyumas Kota Lama termasuk ke Museum Wayang Banyumas," ujar Doso.
Menurut pengelola, momentum ini menunjukkan museum tidak hanya bergantung pada agenda outing class. Peran sebagai ruang literasi dan praktik wisata edukasi tetap berjalan meski dalam suasana Ramadan. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
