STABIL : Meski harga komoditas pangan naik, harga bawang putih menurun dan bawang merah stabil.IMAM/EKSPRES
Harga Bawang Merah Stabil
KEBUMEN-Bulan syawal, dzulqa'dah dan dzulhijjah biasa diwarnai dengan berbagai kegiatan hajatan, terutama pernikahan. Hal ini ternyata berdampak pada naiknya harga komoditas pangan. Padahal pasca lebaran kemarin harga sempat turun.
Pasca lebaran penurunan harga sebenarnya cukup signifikan. Bahkan mencapai 40 persen. Namun musim hajatan ini harga kembali merangkak naik. Hajatan pernikahan umum dilakukan di akhir tahun hijriyah.
Ini salah satunya mendasar pada kepercayaan masyarakat, pernikahan dan boyongan sebaiknya dilaksanakan dalam tahun yang berbeda. Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen, harga cabai merah besar naik dari Rp 29 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Harga cabai keriting juga melonjak menjadi Rp 40 ribu. Dari Rp 14 ribu kini harga cabai rawit merah tembus Rp 20 ribu per kilogram. Sedang rawit hijau harganya turun menjadi Rp 20 ribu dari Rp 27 ribu.
Komoditas bawang putih yang sempat turun di harga Rp 31.500, kini naik menjadi Rp 33 ribu. Harga bawang merah cenderung stabil pada harga Rp 29 ribu per kilogram. Telur ayam kampung tetap Rp 46.200 perkilogram. Sedangkan telur ayam negeri menurun menjadi dari Rp 23.000 menjadi Rp 22.500 per kilogram.
Harga daging sapi kualitas I stabil dibanderol Rp 130 ribu. Untuk dan kualitas II Rp 120 ribu perkilogram. Daging ayam ras justru menurun menjadi Rp 29.500 dari Rp 33.500 perkilogram. Sedangkan ayam kampung justru masih stabil di harga Rp 70 ribu perkilo.
Harga cenderung stabil pada komoditas sembako. Beras jenis IR 64 premium stabil di harga Rp 9.350 dan medium Rp 7.750 perkilogram. Begitu pula harga minyak goreng curah masih tetap Rp 9.750 perkilogram.
Gula pasir kristal Rp 12.500. Tepung terigu perkilogram Rp 8 ribu dan garam halus beryodium Rp 8 ribu perkilogram.
Salah satu pedagang di Pasar Tumenggungan, Wijiati mengatakan, kenaikan harga sejumlah komoditas tidak terlepas dari bulan syawal yang sering menjadi momentum hajatan seperti pernikahan oleh banyak masyarakat.
Banyaknya hajatan, memicu permintaan beberapa komoditas meningkat. "Karena musim hajatan makanya naik," ujarnya, Selasa (18/6).
Dia mengakui, kendati permintaan tinggi, namun stok dagangan masih cukup. Bahkan stok untuk dagangan masih cukup untuk kebutuhan masyarakat. Pasalnya, saat ini cuaca kemarau membuat hasil komoditi dari petani baik. (mam)