Banner v.2

Takaran Basah Jadi Barang Antik, Jejak Alat Ukur Lawas di Banyumas

Takaran Basah Jadi Barang Antik, Jejak Alat Ukur Lawas di Banyumas

Toko Madju milik Aris Kuswoyo di Desa Kedunguter menyediakan barang-barang tempo dulu, salah satunya takaran basah berbagai ukuran, Kamis (5/2).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.IDTakaran basah, alat ukur volume benda cair yang dulu lazim dipakai dalam transaksi jual beli, kini nyaris tak lagi ditemukan. Keberadaannya perlahan bergeser menjadi barang antik dan koleksi tempo dulu.

Sejumlah Takaran basah berbagai ukuran masih dapat dijumpai di Toko Madju milik Aris Kuswoyo di Desa Kedunguter, Kecamatan BANYUMAS. Toko yang menjual barang-barang lawas itu memajang Takaran basah lengkap dengan tulisan jadul “Djual Minjak Tanah” untuk memperkuat nuansa masa lampau.

Takaran basah sudah jadi barang antik, ini ada beberapa ukuran dari yang kecil-kecil sampai satu liter,” ujar Aris, Kamis (5/2).

Sebagian Takaran basah yang tersimpan di toko tersebut tampak telah dimakan usia. Bagian bawah ada yang keropos, sementara beberapa tangkai patah. Kondisi itu menjadi jejak kejayaan Takaran basah yang dahulu digunakan untuk mengukur minyak goreng, minyak tanah, hingga oli.

BACA JUGA:Takaran Basah Kian Menghilang, Perubahan Pola Ukur di Pasar Tradisional Banyumas

Meski demikian, masih ada pula takaran basah yang kondisinya utuh. Seluruh bagian masih lengkap tanpa kerusakan. Aris mengaku, mendapatkan barang-barang lawas tersebut bukan perkara mudah.

Ia mengumpulkan takaran basah dari jejaring sesama penggemar barang tempo dulu hingga tukang rongsok. Proses pencariannya pun memakan waktu cukup lama.

“Butuh proses lama untuk mendapatkan barang-barang jaman dulu,” katanya.

Lokasi Toko Madju berada tak jauh dari kawasan Banyumas Kota Lama. Dari Pasar Banyumas, pengunjung dapat menuju simpang empat, menyeberang jalan raya, lalu belok kiri masuk ke gang menuju toko tersebut. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: