Harga Pertamax Naik, Masyarakat Migrasi ke Pertalite

Sabtu 02-04-2022,13:09 WIB

ANTRE: Antrean panjang pembelian Pertalite di SPBU Wangon Banjarnegara, Jumat (1/4). (DARNO/RADARMAS) BANJARNEGARA – Kenaikan harga BBM jenis Pertamax membuat banyak masyarakat bermigrasi menggunakan Pertalite. Pasalnya, saat ini selisih harga kedua bahan bakar tersebut terpaut cukup jauh. Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina (Persero) Rayon VII (Purbalingga dan Banjarnegara) Imam Rizki Arianto menjelaskan, dengan kenaikan harga Pertamax, banyak masyarakat yang bermigrasi menggunakan Pertalite. “Harga Pertamax yang sebelumnya Rp 9 ribu, naik menjadi Rp 12.500 per liter,” kata dia, Jumat (1/4). Sementara harga Pertalite tidak mengalami kenaikan yaitu Rp 7.650 per liter. Dikatakan, saat ini Pertalite merupakan bahan bakar penugasan dari pemerintah. Pertalite merupakan bahan bakar yang disubsidi oleh pemerintah. Sehingga harganya tidak mengalami kenaikan, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan. Pertamina juga harus menjamin ketersediaan Pertalite. “Stok aman. Kami siap melayani kenaikan permintaan,” ungkapnya. Sebagai langkah antisipasi agar masyarakat mampu tidak bermigrasi ke Pertalite, pihaknya melakukan edukasi. “Bahwa Pertamax merupakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan sesuai standar Euro,” ujarnya. Koordinator BBM Banjarnegara Sapto Tridiyanto mengatakan, dengan naiknya harga Pertamax, masyarakat banyak yang beralih ke Pertalite. https://radarbanyumas.co.id/harga-pertamax-naik-jadi-rp12-500-per-liter-pertalite-tetap/ Sehingga antrean pembelian Pertalite menjadi lebih panjang. “Untuk penjualan kita tidak batasi waktu dan jumlahnya asal masih wajar,” ungkapnya. Jika stok Pertalite masih ada, maka akan tetap melayani penjualan. Sedangkan terkait jumlah pembelian, juga tidak dibatasi asal masih dalam batas normal. “Misal Avanza kapasitas tangkinya sekitar 30 liter. Kalau beli sampai 100 liter, kemungkinan tangkinya dimodifikasi,” ungkapnya. Selain itu, juga apabila satu kendaraan bolak balik membeli BBM. Untuk itu, operator juga diberi edukasi jika ada pembelian yang tidak wajar. (drn)

Tags :
Kategori :

Terkait