BANJARNEGARA - Sebanyak 19 desa di sembilan kecamatan di Banjarnegara mengalami krisis air bersih. Kemarau yang berkepanjangan membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Arief Rahman menjelaskan sampai saat ini ada 19 desa di sembilan kecamatan yang membutuhkan droping air bersih. Hingga Rabu (14/8), pihaknya telah mengirimkan air bersih sebanyak 261 tanki atau 1.315.000 liter.
"Pada hari ini dilakukan droping air bersih sebanyak sembilan rit atau 45.000 liter," jelasnya. Air bersih ini dikirimkan ke tiga desa, masing-masing tiga tanki. Desa tersebut yaitu Desa Kaliajir dan Merden Kecamatan Purwanegara serta Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok.
Arief menjelaskan air bersih untuk Desa Kaliajir disalurkan ke Dusun Bulukuning. "Di 11 dan 12 RW 04 untuk 85 KK atau 272Jiwa, di RT 06 sampai 09 RW 04 untuk 74 KK atau 280 jiwa," jelasnya. Sedangkan di RT 03 RW 04 untuk 47 KK atau 217 Jiwa.
Sementara di Merden air bersih disalurkan untuk tiga dusun yaitu Dusun Banter, Dusun Penisian dan Dusun Merden Tengah. Sedangkan di Desa Sirkandi Kecamatan Purwareja Klampok air bersih disalurkan untuk warga di Dusun Kreyek dan Dusun Dusun Selaraga.
Arief menjelaskan air bersih yang didroping ini ditujukan untuk keperluan air minum dan memasak. "Jadi untuk minum dan masak saja. Bukan untuk mandi atau mencuci. Kami himbau agar warga menghemat air bersih yang ada, sehingga bisa mencukupi kebutuhan," lanjutnya.(drn/)