Polisi merilis kasus pasangan kumpul kebo yang membakar pasangan perempuannya di Pos Polisi Dieng, Minggu (4/8).Darno/Radarmas:
BANJARNEGARA - Diduga karena terbakar api cemburu, Gareng ternyata tega membakar pasangan selingkuhnya. Gareng melakukan tindakan biadabnya itu di sebuah rumah kos di Kelurahan Semarang Kecamatan Banjarnegara, Selasa (9/7) silam sekitar jam tiga dini hari.
Pasangan selingkuh Gareng yang bernama Warsem pun menemui ajalnya dua hari kemudian. Dia mengalami luka bakar yang sangat parah.
Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa mengatakan, Warsem terbakar karena bensin yang disiramkan Gareng ke tubuhnya. Sebelum kejadian tersebu, Gareng dan Warsem terlibat cekcok hebat.
Kapolres mengatakan, percekcokan ini terjadi lantaran Gareng cemburu. Gareng curiga Warsem terlibat asmara dengan laki-laki lain. "Gareng mengancam akan menyiramkan bensin. Kemudian Warsem menjawab, Ya sudah siram saja. Gareng lantas menyiramkan bensin tersebut Kebetulan, disitu penerangannya menggunakan lampu senthir," jelasnya saat rilis kasus di Pos Polisi Dieng, Minggu (4/8).
Bensin yang menyambar api kemudian langsung menyala dan membakar tubuh korban. "Setelah kejadian korban dibawa ke rumah sakit. Sangat kasihan sekali, luka bakar yang dialaminya mencapai 85 persen. Dua hari kemudian meninggal dunia di rumah sakit," jelasnya.
Tak hanya Warsem yang terbakar, kedua tangan Gareng juga terbakar. Untungnya rumah kos tempat peristiwa ini terjadi tidak ikut terbakar "Tidak sampai kebakaran. Hanya kasur yang terbakar," tukasnya. Gareng ditangkap polisi di depan sebuah mall ternama di Wonosobo, Jumat (2/8).
Kapolres mengatakan hubungan antara tersangka dengan korban adalah pasangan kumpul kebo. "Bukan resmi suami istri. Bisa dikatakan seperti itu," kata dia ketika dikonfirmasi apakah keduanya merupakan pasangan kumpul kebo. Mereka telah tinggal bersama sejak lima tahun lalu.
Tentang darimana bensin yang digunakan Gareng menyiram Warsem, Kapolres mengatakan Gareng pekerjaannya yaitu menghapus lem yang ada pada mainan untuk selanjutnya dijual ke pengepul. Untuk menghapus lem ini menggunakan bensin. "Sehingga di di rumah kontrakan tersebut selalu tersedia bensin," katanya. (drn)