Banner v.2

The Power of Basmalah

The Power of Basmalah

Desi Endah Lestari (Alumni PG PAUD UMP).--

Oleh: Desi Endah Lestari

(Alumni PG PAUD UMP)

Dalam konteks kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi, sangat penting untuk mengkaji kembali nilai dan makna penting basmalah sebagai bentuk fondasi dan penyandaran diri kepada Allah SWT. Terutama dalam bulan suci Ramadan, di mana umat muslim melakukan ibadah puasa sejak terbit hingga terbenam matahari.

Selain puasa, bulan ini juga merupakan waktu dalam meningkatkan ibadah sunah baik itu shalat sunah tarawih, membaca Al-Qur’an, serta mengamalkan amalan lain yang dianjurkan di bulan mulia ini. Di tengah rutinitas ibadah yang meningkat di bulan Ramadan, penting bagi kita untuk kembali memahami makna Basmalah.

Selama ini kita memulai segala sesuatu dengan mengucap “Bismillah” atau “Bismillahirrahmanirrahim”. Saking terbiasanya kita tidak sadar akan makna kalimat yang menyimpan esensi begitu sangat mendalam. Basmalah memiliki dampak positif dalam membentuk kesadaran spiritual seorang Muslim dalam kehidupan sehari-hari. Tentang makna mengingat lewat satu kalimat yang mampu menggerakkan kompas moral (nurani) ke arah yang tepat.

Dalam Al-Qur’an surah An-Naml ayat 30, Allah SWT menerangkan kisah tentang Nabi Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Balqis yang disampaikan burung hud-hud. Terjemahan ayat itu, “Sesungguhnya (surat) itu berasal dari Sulaiman yang isinya (berbunyi,) ‘Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.’”

Sebagaimana diriwayatkan Ibnu Mardawaih dari Buraidah terkait ayat tersebut, Rasulullah SAW menerangkan, “Telah diturunkan kepadaku satu ayat yang tidak pernah diturunkan kepada seorang Nabi pun selain Nabi Sulaiman dan aku, yaitu Bismillahirrahmanirrahiim.”

Utsman bin Affan pernah bertanya tentang makna basmalah, maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Sesungguhnya ia adalah salah satu dari nama-nama Allah yang agung, begitu dekatnya basmalah dengan nama Allah, seperti dekatnya biji mata yang hitam dengan biji mata yang putih.”

Basmalah bukan sekadar lafaz pembuka dalam ucapan maupun tulisan, melainkan mengandung nilai-nilai tauhid, keikhlasan, adab, dan ibadah. Pengucapannya menjadi bentuk penyadaran diri akan Allah serta sebagai sarana untuk menghubungkan aktivitas duniawi dengan nilai-nilai keagamaan yang mendatangkan keberkahan, terutama pada bulan Ramadan yang penuh berkah serta ampunan.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

كُلُّ أَمْرِ ذِي بَالٍ لا يُبْدَأُ فِيهِ بِـ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

Artinya: “Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan ‘Bismillahirrahmanirrahîm’, maka amal tersebut terputus (keberkahannya).” (HR. Al-Khațīb dalam al-Jāmi’, dari jalur ar-Rāhawaih dalam al-Arba'in, dan as-Subkī dalam Tabaqāt).

Hadis ini memiliki kalimat yang sangat singkat namun bermakna sangat mendalam. Saking pentingnya, Allah membuka firman-Nya di dalam Al-Qur’an dengan kalimat ‘Bismillahirrahmanirrahim’. Sejak awal diturunkannya wahyu Allah yaitu Al-Qur’an, Allah mengawali wahyu-Nya dengan basmalah. Ini menunjukkan pentingnya memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah.

Dalam Islam, pembukaan dengan bismillah adalah bentuk permohonan pertolongan (isti’nah) kepada Allah sekaligus bentuk berserah diri dan memasrahkan hasil kepada Allah (Shihab, 2000).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: