Melongok Pencapaian Setahun Program Pesantren Obah Luthfi-Yasin
Program Pesantren Obah yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen.-Humas Pemprov Jateng untuk Radarmas-
SEMARANG, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemerintahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen genap berusia satu tahun pada 20 Februari 2026 ini. Beragam program telah dilancarkan, tak terkecuali program pesantren obah.
Selama 2025, setidaknya ada tiga kegiatan prioritas Pesantren Obah yang sudah dijalankan. Yakni penyaluran insentif (uang saku) guru agama, bisyaroh (tali asih) santri penghafal Al-Quran, serta beasiswa santri dan pengasuh pesantren.
Berdasarkan data Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Jawa Tengah, insentif guru agama telah disalurkan kepada 230.830 orang penerima selama 2025. Masing-masing guru agama menerima Rp1,2 juta per tahun. Dana yang dianggarkan mencapai Rp277 miliar, termasuk operasional bagi petugas.
"Untuk tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan semua, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudharsono di Semarang pada Senin, 23 Februari 2026.
BACA JUGA:Selama Setahun, Backlog Rumah di Jateng Berkurang 274.514 Unit
Adapun untuk tali asih bagi penghafal Al-Qur’an juga sebagian besar telah disalurkan. Selama 2025 dialokasikan untuk 2.000 santri penghafal Al-Quran.
Untuk penerimanya masing-masing mendapatkan Rp1 juta. Untuk tahun 2026 dilanjutkan lagi dengan jumlah penerima yang sama.
Adapun untuk beasiswa santri dan pengasuh pesantren, Gunawan menjelaskan, dimulai awal 2026. Saat ini masih proses pendaftaran dan seleksi. Informasi dan pendaftaran bisa diunduh di aplikasi JNN-Jateng Ngopeni Nglakoni dan w.w.w.Jatengprov.go.id.
Pemprov Jateng telah membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yang bertugas melakukan seleksi calon penerima beasiswa.
BACA JUGA:Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pencegahan Narkoba Diperkuat, Semarang dan Solo Jadi Prioritas
Melalui program beasiswa itu, Pemprov Jateng menyiapkan dana Rp6,8 milliar pada 2026. Anggaran tersebut untuk beasiswa sebanyak 90 orang. Dengan pembagian 24 orang penerima beasiswa pendidikan dalam negeri, 66 orang lagi untuk pendidikan luar negeri. Mereka menempuh beasiswa vokasi, S1, S2, dan S3. Ditargetkan lulus untuk 4 tahun akademik.
Ketua Tim Bidang Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Ali Ansori mengatakan, pencairan insentif guru agama dan bisyaroh santri penghafal Quran disalurkan melalui Kanwil Kemenag Jateng melalui skema hibah
Insentif untuk guru agama, bisyaroh santri penghafal Quran, dan beasiswa santri dan pengasuh pesantren, adalah komitmen Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin untuk membangun pondasi moral dan ilmu buat masyarakat pesantren.
“Maka insentif ini sebagai salah satu instrumen yang didorong oleh pemprov. Namun, di tengah keterbatasan anggaran, sehingga insentif yang diberikan belum bisa maksimal. Maka harus dibagi rata,” tegas Gubernur Ahmad Lutfhi beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
