Rumah Terdampak Longsor Digelontor Rp 4,1 Miliar

Kamis 14-11-2019,08:30 WIB

WASPADA : Longsor di Kecamatan Jeruklegi musim hujan lalu. Memasuki musim hujan BPBD Kabupaten Cilacap mewaspadai potensi longsor di sejumlah daerah. ISTIMEWA CILACAP-Kabupaten Cilacap mendapatkan Rp 4,1 miliar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pembangunan bangunan hunian tetap, untuk korban tanah longsor atau likuefaksi tahun lalu yang menimpa sebanyak 60 rumah di Kecamatan Majenang. Dari 60 unit tersebut terbagi 35 unit di Desa Padangjaya dan 25 unit di Cibenying Kecamatan Majenang. "Ini tinggal bikin RKA, setelah itu masuk ke hibah, APBD 2, baru kemudian bisa membuat hunian tetap," ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy, Rabu (13/11). Karena anggaran tersebut multiyears, pelaksaan kegiatan tersebut tidak hanya di 2019, tetapi juga sampai 2020. Karena pembangunan hunian tetap tersebut memerlukan waktu yang tidak sedikit. "Harapannya pembangunannya seperti di Ujungbarang. Kalau dulu 1 unit rumah hanya Rp 25 juta, sekarang Rp 40 juta. Ya itu bisa untuk type 36," imbuhnya. Dari anggaran Rp 4,1 miliar tersebut, tidak hanya untuk pembangunan rumah, tetapi juga untuk pembangunan talud, pipanisasi program air bersih dan sarana prasarana lainnya.Untuk warga dua desa tersebut, saat ini sementara tinggal di hunian sementara yang ada di tanah kas desa. Karena lokasi lama tidak bisa digunakan kembali karena likuifaksi. "Pemkab melalui Disperkimta sudah membeli tanah hak milik warga. Di tanah tersebut nantinya hunian tetap akan dibangun," terangnya. Pada kesempatan tersebut, Tri juga menyampaikan soal ketersediaan tanki air bersih yang dimiliki Pemkab Cilacap. Untuk mendistribusikan air bersih ke 20 kecamatan BPBD Cilacap hanya memiliki 3 tanki, dan 1 milik PDAM. Jauh dari Kabupaten Kebumen yang luas wilayahnya jauh lebih sedikit dari Cilacap sudah memiliki 10 tanki."Sangat terbatas sekali kita hanya punya 3. Mereka harus berangkat distribusi air bersih pagi, dan pulang bisa tengah malam. Karena seharinya bisa sampai 4 sampai 5 rit," ujarnya.Soal itu pihaknya mengaku sudah mengajukan armada untuk tahun anggaran 2020."Sudah kita ajukan, semoga bisa terealisasi 2020," terangnya. Tri mengingatkan, memasuki musim hujan ini, sebanyak 64 desa rawan longsor di Cilacap. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, 64 desa tersebut di antaranya berada di Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Karangpucung, dan Jeruklegi."Untuk wilayah Cilacap barat jelas rawan longsor," (nas)

Tags :
Kategori :

Terkait