Banner v.2

Achmad Marzoeki: Ada Miskomunikasi Sosial Tragedi Ibu Anak di Buayan

Achmad Marzoeki: Ada Miskomunikasi Sosial Tragedi Ibu Anak di Buayan

Pengamat kebijakan dan pemerhati sosial Kabupaten Kebumen, Achmad Marzoeki--

Tragedi Ibu Anak di Buayan 

KEBUMEN - Pengamat kebijakan dan pemerhati sosial Kabupaten Kebumen, Achmad Marzoeki angkat bicara soal kasus ibu dan anak yang bunuh diri di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan.

Menurutnya, kejadian ini menunjukkan adanya miskomunikasi di tengah masyarakat.  "Miskomunikasi terjadi antara orang yang bisa membantu, baik itu perorangan maupun lembaga dengan orang yang perlu dibantu," ujarnya, Selasa (13/1).

Pria yang akrab disapa Kang Juki itu menyampaikan, pada kasus di Buayan, korban adalah pihak yang memerlukan bantuan. Dan, lanjut dia, pemerintah dalam hal ini Pemkab Kebumen sebenarnya telah memiliki perangkat untuk warga yang mengalami masalah seperti korban.

Perangkat pemerintah itu seperti  Baznas, Lazismu, Lazisnu, Laz Baitul Mal Hidayatullah, Gerak Sedekah Kebumen, dan komunitas-komunitas lain yang biasa melakukan kegiatan sosial.

BACA JUGA:Pemkab Kebumen Pastikan Pemulihan Psikologis AW, Korban Selamat Buayan

BACA JUGA:Kapolres Baru Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama Pimpin Apel Perdana

Dalam kasus di Buayan, ujar Kang Juki, lembaga-lembaga ini "gagal" menangkap pesan atau "peringatan" dari korban sehingga kasus tersebut terjadi.

"Tidak ada (lembaga atau komunias) yang berhasil menangkap pesan jika ada seorang ibu dan kedua anaknya yang mengalami kesulitan hidup.  Demikian juga tetangga sekitarnya tidak ada yang berhasil menangkap pesan, di sekitarnya ada yang mendesak perlu dibantu," imbuh dia

Oleh karena itu, Kang Juki berharap kejadian kemarin tidak terulang. Sekaligus menjadi pembelajaran semua pihak agar dapat lebih "peka" menyikapi dinamika sosial di masyarakat.

"Lembaga dan komunitas penggerak kegiatan sosial, perorangan yang mampu, perlu menajamkan pendengaran dan penglihatan, serta meningkatkan kepekaan perasaan sehingga bisa lebih mudah menangkap pesan orang yang memerlukan bantuan," imbuh dia.

BACA JUGA:Bupati Kebumen Integrasikan MBG dengan Pasar Lokal Melalui Program MBG Nglarisi Pasar dan Petani

Kepekaan ini menjadi penting, mengingat individu yang bermasalah cenderung kesulitan mengikuti prosedur standar sehingga memilih diam. "Di sini perlu kebijakan dan langkah terobosan lembaga sosial yang ada," kata dia.

Berkaca dari kasus Buayan, Kang Juki juga mendorong Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen  menginisiasi untuk mengefektifkan kembali BP4 (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) hingga tingkat KUA/Kecamatan. Terlebih ada faktor masalah keluarga yang memicu kasus di Buayan. (cah) (pro)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: