NASRULLOH/RADARMAS
DIEVALUASI : Satu tahun lebih program kapal perintis tol laut masih mengalami persoalan yang sama, yakni soal komoditas barang angkutan yang didominasi oleh semen.
Belum Dongkrak Perdaganggan di pesisir Selatan Jawa
CILACAP-Hampir dua tahun kapal perintis di Cilacap dibuka. Namun, belum mampu mendongkrak lalulintas barang di pesisir selatan Jawa itu. Selama hampir dua tahun hanya komoditas semen yang diangkut kapal perintis tersebut. Kondisi ini menjadi evaluasi pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Kepala KSOP Kelas II Cilacap, Wigyo mengatakan, sebenarnya dari sisi keterisian atau okupansi rata-rata sudah 80 persen. Kalau dari sisi keterisian barang tersebut sebenarnya sudah cukup besar.
"Cuma memang dari sisi jenisnya yang perlu kita tingkatkan. Karena yang sekarang cuma mendukung infrastruktur (semen)," ucapnya, Senin (16/9).
Saat ini, pihaknya sedang menggaet Dinas Perdagangan, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk menciptakan iklim bisnis antar daerah di pesisir selatan Jawa.
"Ini yang sudah mulai berjalan. Dishub tiga provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur, mendorong angkutan melalui kapal perintis," imbuhnya.
Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan akan perubahan, dari angkutan laut melalui kapal perintis menjadi pelayanan tol laut ke depannya.
"Jadi dari perintis ke pelayanan tol laut. Tol laut ini lebih berorientasi ke barang. Kalau kapal perintis kan umumnya penumpang barang. Tetapi kalau tol laut adalah total ke argonya," jelasnya.
Program angkutan laut ini sendiri sedang dilakukan pengembangan rute ke Pangandaran. Rute dari Cilacap ke Pangandaran menurut KSOP cukup potensial, karena memiliki hubungan dagang.
"Dari Cilacap, kapal membawa tepung ke Pangandaran. Sebaliknya dari Pangandaran akan mengangkut batu bripofit (bahan semen, red) untuk dibawa ke Cilacap," ungkapnya.
Seperti diketahui, angkutan laut melalui kapal perintis merupakan program nasional yang mendapatkan subsidi dari pemerintah pusat. Meski tidak ada muatan balik, tol laut tetap akan jalan dengan subsidi pemerintah.
Pemerintah sendiri dikabarkan hanya akan memberikan subsidi selama dua tahun, sejak kapal perintis dibuka, sekitar Mei 2018. (nas/acd)