Banner v.2

Tanah Gerak Ancam Permukiman, Jalan Penghubung Desa di Pagentan Putus Total

Tanah Gerak Ancam Permukiman, Jalan Penghubung Desa di Pagentan Putus Total

Sejumlah relawan dan warga saat membuat jalan darurat di Desa Karangnangka, Kecamatan Pagentan Banjarnegara.-Relawan untuk Radarmas-

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hujan deras memicu amblesnya jalan utama di Desa Karangnangka, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara. Ruas jalan penghubung antarpermukiman itu amblas hingga lebih dari lima meter, membuat akses warga terputus total sejak awal Januari 2026.

Kondisi tersebut memaksa warga bergerak cepat. Bersama relawan, warga membuka jalur darurat untuk menjaga aktivitas harian, terutama bagi pelajar dan petani yang terdampak langsung.

Perwakilan Forum Relawan Bencana (FRB) Kecamatan Pagentan, Wanidi mengatakan, amblesan mulai terlihat sejak 5 Januari 2026 setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Seiring waktu, kerusakan makin parah hingga jalan sama sekali tak bisa dilalui.

“Jalan utama sudah tidak bisa dilewati sama sekali. Kedalaman amblesannya lebih dari lima meter, jadi sangat berbahaya jika dipaksakan,” ujar Wanidi, Senin (12/1).

BACA JUGA:Jalan Amblas Kebokura–Kemawi Ditangani UPTD PU Sumpiuh, Aspal Diganti Beton, Perbaikan Dilakukan Bertahap

Menurutnya, jalan darurat dibuka secara swadaya dengan memanfaatkan kebun salak milik warga. Jalur ini difungsikan sementara agar aktivitas warga tidak lumpuh total.

“Kalau harus memutar, jaraknya cukup jauh. Karena itu warga bersama relawan berinisiatif membuka jalan darurat supaya pelajar dan petani tetap bisa beraktivitas,” katanya.

Tak hanya memutus akses jalan, fenomena tanah gerak di Karangnangka juga mengancam permukiman warga. Sedikitnya 35 rumah berada di zona rawan, dengan beberapa di antaranya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Wanidi menjelaskan, tanda-tanda pergerakan tanah sebenarnya sudah terdeteksi sejak 24 Oktober 2025. Saat itu, hujan memicu pergeseran tanah di RW 01, tetapi masih dalam skala terbatas.

BACA JUGA:Talud dan Jalan Desa Amblas Akibat Tanah Bergerak di Desa Clapar

“Awalnya masih bisa ditangani, tapi pergerakan tanah kembali terjadi dan dampaknya semakin luas. Sekarang khusus di jalur jalan, amblesannya sudah lebih dari lima meter,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penanganan permanen. Pasalnya, jalan darurat yang ada saat ini hanya bersifat sementara dan rawan rusak jika hujan kembali turun. Selain memulihkan akses transportasi, warga juga meminta langkah mitigasi serius untuk mencegah potensi korban jika pergerakan tanah terus berlanjut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: