Gelombang Tinggi Berlangsung Sepekan, Pantai Sepi

Senin 17-06-2019,14:35 WIB

SEPI : Pasca gempa 5,7 yang terjadi Minggu (9/6), gelombang tinggi masih terjadi di perairan Cilacap. Hal ini membuat pengunjung Pantai Kamulyan sepi. NASRULLOH/RADARMAS CILACAP-Momen lebaran biasanya menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang, terutama mereka yang berdagang di objek wisata. Tetapi tidak bagi pedagang Pantai Kamulyan, yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan. Lebaran kali ini jauh menurun kalau dibandingkan dengan lebaran tahun 2018. Salah satu pedagang di pantai Kamulyan, Darmi mengatakan, gelombang tinggi masih terjadi sejak Gempa 5,7 SR yang terjadi Minggu (9/6). "Ombak masih besar semenjak gempa pekan lalu," ungkap dia, Minggu (16/6). Menurutnya, ombak yang masih tinggi hingga bibir pantai membuat masyarakat takut untuk bermain di pantai. Seperti pantauan Radarmas dua hari terakhir, hampir tidak ada pengunjung yang berani ke pinggir pantai. Prakirawan Stasiun Stasiun Meterologi Cilacap, Rendi Kurniawan mengungkapkan, beberapa hari sebelum gempa 5,7 SR Minggu (9/6), gelombang tinggi hingga 6 meter terjadi di perairan selatan Cilacap. Gelombang tinggi hingga 6 meter tersebut masih terjadi hingga pertengahan pekan lalu. Tinggi gelombang baru turun, dari 4 meter hingga 6 meter sejak Kamis (13/6). Gelombang tinggi turun menjadi 2,5 meter hingga 4 meter. Peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG Kabupaten Cilacap masih terus dilakukan oleh BMKG. Beberapa kali BMKG memperpanjang peringatakan dini gelombang tinggi. Dari sebelumnya peringatan gelombang tinggi berlaku sampai Senin (17/6), pada Sabtu diperpanjang hingga Selasa (18/6). (nas/din)

Tags :
Kategori :

Terkait