CEK: Koordinator Tim, Riwuk Anggraini (berkerudung) mengecek presisi timbangan. FIJRI/RADARMAS
SUMPIUH - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas melakukan pelayanan tera ulang alat ukur di Pasar Sumpiuh. Namun, ada yang berbeda di masa pandemi corona virus ini.
Riwuk Anggraini, Koordinator Tim menyatakan pelayanan tera ulang dijadwal setiap harinya. Agar tidak menimbulkan kerumunan. Kuota pelayanan juga terbatas.
https://radarbanyumas.co.id/empat-kamera-tilang-elektronik-disiapkan-di-wilayah-kota-purwokerto-ini-lokasinya/
"Jika dalam kondisi normal, pelayanan dalam sehari bisa lebih dari seratus. Di masa pandemi ini, maksimal tujuh puluh. Pedagang juga dijadwal per blok. Hari pertama malah pelayanan enam puluh," rinci Riwuk di sela aktivitasnya, Selasa (23/2).
Sebelum mendapatkan pengecekan presisi, alat ukur milik pedagang disemprot disinfektan. Termasuk, lokasi tera ulang disemprot disinfektan. Pedagang mencuci tangan, Tim menyediakan lengkap dengan sabun cair.
Pelaksanaan tera ulang dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Kepala Pasar Sumpiuh. Selain itu, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Sumpiuh untuk meminta ijin penyelenggaraan tera ulang.
Dalam pelayanan tera ulang hari kedua dari jadwal lima hari. Riwuk membeberkan mayoritas jenis alat ukur sudah tidak presisi. Kebanyakan sulit naik turun untuk timbangan bebek.
Salah satu pedagang, Suwarno membawa timbangan pegas miliknya. Lantaran jatuh, kertas angka bergeser. Ia tidak bisa membetulkan sendiri dan bingung mencari tempat servicenya.
"Kebetulan sekali ada tera ulang, bisa sekalian diperbaiki timbangan saya," ujar pedagang buah itu.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga banyak berbincang dengan Koordinator Tim mengenai permasalahan timbangan. Juga, konsultasi untuk pembelian timbangan digital.
Riwuk menuturkan kerap menemui timbangan pegas dengan kasus serupa. Kertas angka yang berpindah dari posisi semula. Ia menyarankan pada pedagang ketika membeli alat ukur berupa timbangan. Sebaiknya, timbangan sudah ditera oleh toko.
"Sebab, timbangan baru belum tentu akurat. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan timbangan baru tidak presisi. Misalnya, karena proses membawanya," jelas Riwuk.
Setelah tera ulang di Pasar Sumpiuh untuk pedagang pasar dan sekitarnya rampung. Tim sudah mengagendakan untuk melakukan evaluasi. Sebab, pelayanan tera ulang baru diprioritaskan untuk pasar milik pemerintah kabupaten di wilayah Banyumas.
"Lihat perkembangannya nanti bagaimana. Sementara ini, untuk datang ke desa-desa, pasar desa belum. Harus koordinasi dulu dengan pihak-pihak terkait. Karena, kita harus menjalankan protokol kesehatan dalam pelayanan tera ulang," tandas Riwuk. (fij)