SEPI : Pedagang lesu karena sepi pembeli. Stok pedagang di Pasar Sumpiuh masih melimpah. FIJRI/RADARMAS
SUMPIUH - Data Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sumpiuh menunjukan pada Senin ini terdapat 2.085 warga di wilayah Kecamatan Sumpiuh menerima bantuan pangan non tunai. Komoditas yang disalurkan setiap bulannya kadang berbeda.
Sejak beberapa bulan terakhir komoditas BPNT adalah bumbu dapur. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sumpiuh Kasih Rahmiyati menyebut selain bawah putih. Bawang merah juga dijadikan komoditas untuk bantuan sosial.
https://radarbanyumas.co.id/bantuan-sembako-di-banyumas-untuk-3-640-penerima-manfaat-disalurkan-dinsos-jika-belum-lapor-ke-dinas-terkait/
"Satu paket BPNT terdiri dari daging sapi, telur ayam, tempe, bawang merah dan jeruk. Sudah tidak ada lagi sayuran. Setiap bulannya komoditas bisa berubah," rinci Kasih, Senin (14/9).
Penyaluran BPNT itu, nyatanya tak membuat semuanya riang. Pedagang pasar misalnya. Mereka justru mengeluh. Karena pasca ada BPNT, praktis dagangan mereka jadi kurang laku. Khususnya pedagang sembako.
"Pasti selalu sepi ketika musim pembagian bantuan. Orang yang dapat bantuan sudah punya bahan yang untuk dimasak dan bisa untuk beberapa hari. Apalagi jenis bantuan juga tidak cuma satu saat corona ini," tukas Sari, pedagang di Pasar Sumpiuh.
Sepinya pengunjung pasar berdampak pada omset penjualan turun. Dikatakan Sari, jika dalam kondisi normal bawang merah dapat terjual rata-rata sampai sepuluh kilogram dalam satu hari.
Ketika terdapat penyaluran bantuan sosial dari pemerintah. Seperti hari ini, baru laku sekitar tiga kilogram bawang merah. Padahal sudah lewat pukul 13.00 siang.
"Beda dengan dulu saat bantuan pemerintah hanya berupa uang. Pasar ramai orang banyak belanja beli kebutuhan dapur," tandas Sariyah.(fij)