Pasar Hewan Ajibarang Banyumas Ramai, Tapi Penjualan Lesu

Rabu 06-05-2026,15:14 WIB
Reporter : Wafi Zakiyah
Editor : Ali Ibrahim

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Aktivitas Pasar Hewan Ajibarang tampak ramai menjelang Hari Raya Idul Adha pada pasaran Rabu Pon (6/5). Pedagang dan pembeli memadati area pasar sejak pagi, bahkan datang dari berbagai daerah luar Banyumas.

Keramaian ini tidak hanya diisi warga lokal, tetapi juga pedagang dari Purbalingga, Bumiayu, hingga Banjarnegara. Namun di balik ramainya aktivitas, kondisi transaksi justru dinilai lesu oleh para pedagang.

Sejumlah pedagang mengaku penjualan tahun ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan juga terlihat dari harga hewan ternak, khususnya domba dan kambing yang cenderung lebih murah.

Jito (60), pedagang domba asal Bumiayu, menyebut harga domba saat ini mengalami penurunan signifikan. Untuk ukuran yang sama, harga yang sebelumnya mencapai Rp3,5 juta kini hanya berkisar Rp3 juta.

BACA JUGA:Cleo Pet Shop Permudah Perawatan Hewan Peliharaan, dari Pet Food hingga Grooming

"Sekarang malah turun. Dulu ukuran segini bisa Rp3,5 juta, sekarang paling Rp3 juta. Peminat juga berkurang, saya kurang tahu sebabnya apa," ujarnya.

Ia menilai turunnya harga tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah pembeli. Kondisi ini membuat perputaran penjualan menjadi lebih lambat dari biasanya.

Hal serupa disampaikan Eko, juragan sapi asal Banjarnegara, yang merasakan penurunan daya beli masyarakat. Dari 12 ekor sapi yang dibawanya, hingga menjelang siang baru terjual empat ekor.

"Memang terasa beda dari tahun lalu. Domba dan kambing harganya turun, kalau sapi memang tetap lebih mahal. Yang banyak dicari biasanya jenis pegon," jelasnya.

BACA JUGA:Penjualan Hewan Kurban Bersaing, Peternak Kebumen Berikan Bonus Pembelian

Menurut Eko, harga sapi masih relatif stabil dibandingkan ternak lainnya. Untuk kualitas yang sudah bagus dan gemuk, harga sapi bisa mencapai Rp25 juta, sementara ukuran lebih kecil dijual lebih rendah.

Pedagang lain, Ujang asal Sokaraja, juga mengeluhkan kondisi pasar yang lebih sepi dibanding tahun lalu. Dari 15 ekor sapi yang dibawanya, hingga siang hari baru terjual tiga ekor.

"Lebih sepi dibanding tahun kemarin. Saya juga bingung, khususnya di Ajibarang ini terasa sepi. Katanya ada isu soal calo," ungkapnya.

Ujang menambahkan, saat berjualan di Pasar Hewan Bumiayu, penjualannya justru bisa lebih baik. Ia bahkan pernah menjual hingga 25 ekor sapi dalam satu kali pasaran.

Meski demikian, para pedagang tetap berharap situasi akan membaik mendekati Idul Adha. Mereka optimistis minat pembeli akan meningkat sehingga penjualan kembali normal. ***

Kategori :