BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dua calon jamaah haji (calhaj) asal Banyumas tahun 2026 dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Ar-Raudhoh Kecamatan Kemranjen mengundurkan diri jelang keberangkatan. Keduanya batal berangkat ke Tanah Suci Mekah karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Pelaksana Program KBIHU Ar-Raudhoh Turino Tibyan menjelaskan alasan pengunduran diri tersebut berkaitan dengan kondisi medis yang serius. Satu calon jamaah mengalami stroke, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan intensif.
"Mengundurkan diri karena satu calon jamaah haji mengalami stroke dan yang satu lagi sakit masih dalam perawatan medis," kata Turino Tibyan, Minggu (20/4). Kondisi tersebut membuat keduanya tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah haji tahun ini.
Di KBIHU Ar-Raudhoh, semula terdapat 95 orang calon jamaah haji yang dijadwalkan berangkat pada 2026. Dengan adanya dua orang yang mengundurkan diri, jumlah tersebut kini berkurang menjadi 93 orang.
BACA JUGA:93 Calhaj Berangkat dari Sumpiuh Banyumas, Persiapan Dikebut Jelang 16 Mei
Pengunduran diri ini terjadi saat waktu pemberangkatan sudah semakin dekat, yakni dijadwalkan pada 16 Mei mendatang. Situasi tersebut membuat proses penggantian jamaah tidak memungkinkan untuk dilakukan.
"Waktunya sadah mepet, jadi tidak ada penggantian untuk dua orang calon jamaah haji yang mengundurkan diri," sambung Tibyan. Keputusan ini memastikan kuota keberangkatan dari KBIHU Ar-Raudhoh tidak terisi penuh.
Calon jamaah haji dari KBIHU Ar-Raudhoh sendiri tergabung dalam kloter 76. Untuk mematangkan persiapan, dalam waktu dekat akan digelar pertemuan koordinasi dengan ketua kloter dan pembimbing.
Sebelumnya, pihak KBIHU juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Sumpiuh terkait teknis pemberangkatan. Titik kumpul jamaah direncanakan berada di pendopo dengan peserta berasal dari wilayah Banyumas timur seperti Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Kebasen, dan Somagede.***