Akses Wanayasa–Pagentan Putus, Lima Rumah Terancam Longsor Susulan

Jumat 17-04-2026,15:37 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

BANJARNEGARA, RADARBANYUAMS.CO.ID - Pergerakan tanah di Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, tak hanya memutus akses vital antarwilayah, tetapi juga mengancam keselamatan warga.

Jalan kabupaten yang menjadi penghubung utama menuju Kecamatan Pagentan, kini lumpuh total setelah badan jalan patah dan tertimbun longsor.

Tak ada kendaraan yang bisa melintas. Baik roda dua maupun roda empat harus putar arah. Aktivitas warga termasuk anak sekolah ikut terdampak.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjarnegara, Junaidi mengatakan, pergerakan tanah masih aktif dan berpotensi meluas.

BACA JUGA:Berbahaya Tapi Terpaksa, Warga Gunakan Jalur Darurat Ratamba Banjarnegara

“Kejadiannya di bawah permukiman warga, sekira 200 meter dari rumah. Ini jenisnya rayapan tanah yang bergerak turun dan berdampak langsung ke badan jalan penghubung Wanayasa–Pagentan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Longsoran material mencapai 50 hingga 60 meter dan membuat kondisi tanah di sekitar lokasi masih sangat labil. Situasi ini diperparah oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Jalan sebenarnya masih bisa digunakan, tapi belum sekarang. Tanah masih bergerak dan belum stabil. Kalau dipaksakan justru berbahaya,” kata Junaidi.

Selain memutus akses, ancaman juga mengintai permukiman. Sedikitnya, lima rumah yang dihuni 20 jiwa, berada tepat di dekat mahkota longsor. Warga di zona rawan telah diminta untuk mengosongkan rumah, terutama saat hujan turun.

BACA JUGA:Irigasi Macet Tiga tahun, 480 Hektare Sawah di Banjarnegara Krisis Air

Sebagai langkah sementara, BPBD bersama pemerintah setempat mengalihkan jalur warga melalui rute alternatif.

“Untuk sementara kami arahkan lewat jalur Keranggian, terutama untuk aktivitas penting seperti sekolah. Nanti kalau kondisi sudah aman dan tidak ada pergerakan, baru dilakukan pembersihan,” ujarnya.

Dari sisi geologi, kawasan ini memang tergolong rawan. Berdasarkan peta geologi Banjarnegara Pekalongan, wilayah Karangtengah masuk dalam formasi rambatan jenis tanah yang mudah bergerak, terutama di lereng curam saat curah hujan tinggi.

Kondisi ini membuat potensi longsor susulan masih terbuka. Warga diminta tetap waspada dan tidak memaksakan aktivitas di area rawan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman. ***

Tags :
Kategori :

Terkait