KEBUMEN - Ratusan warga menerima bantuan dalam kegiatan “Senyum Ramadan Bareng Biyunge” yang digelar di Pendopo Kabumian, Sabtu (14/3). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Kebumen Lilis Nuryani.
Para penerima bantuan terdiri dari kaum difabel, tukang becak, porter stasiun, kuli panggul pasar, serta buruh pasar. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ir Mohammad Yahya Fuad SE, staf ahli bupati, asisten Sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Forkopimcam Kebumen, forum BUMD, serta tokoh organisasi keagamaan.
Salah seorang kuli panggul pasar, Wahyu, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
"Terima kasih banyak atas bantuannya. Semoga Ibu Bupati senantiasa diberikan kesehatan dan kegiatan mulia seperti ini dapat terus berlanjut," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Sumitar, penarik becak asal Tamanwinangun. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya.
"Saya senang sekali, bantuan ini sangat berarti. Terima kasih banyak kepada Ibu Bupati Lilis Nuryani, semoga beliau selalu sehat dan dilancarkan dalam menjalankan tugas memimpin Kebumen," ujarnya.
Bupati Lilis Nuryani menekankan bahwa Pendopo Kabumian adalah rumah milik seluruh masyarakat Kebumen. Ia merasa bersyukur dapat berbagi kebahagiaan dengan 300 warga yang hadir. Menurutnya, kerja keras para pekerja di sektor informal tersebut merupakan kekuatan bagi Kabupaten Kebumen.
"Pekerjaan Bapak dan Ibu tidak mudah, setiap hari harus berjuang keras demi keluarga. Pemerintah harus hadir untuk memastikan warga yang bekerja keras tetap mendapat perhatian dan dukungan," ujar Bupati Lilis.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran. Kegiatan tersebut juga diisi dengan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat silaturahmi.
"Sebagai biyung (ibu) bagi masyarakat Kebumen, saya ingin melihat warga bekerja dengan semangat dan kehidupan berjalan lebih baik. Semoga kebersamaan ini menambah semangat kita untuk saling peduli," pungkasnya.
Di sela kegiatan, Bupati Lilis juga menyempatkan diri menyapa para penerima bantuan, mendengarkan aspirasi warga, serta bersalaman dengan mereka. Interaksi tersebut menambah kedekatan antara kepala daerah dengan masyarakat. (mam)