BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Lonjakan gabah panen membuat antrean mengular di mesin bad dryer milik Gapoktan Ngudi Tani, Desa Karangpetir, Kecamatan Tambak. Pengelola bahkan memutuskan lembur demi mempercepat pengeringan agar kualitas gabah tetap terjaga.
Bendahara Gapoktan Ngudi Tani, Nadir, mencatat hingga Rabu (4/3) total gabah yang masuk telah mencapai sekitar 70 ton. Gapoktan Ngudi Tani sendiri merupakan mitra dalam program serapan gabah (sergab) Bulog sehingga volume kiriman terus bertambah.
"Masih banyak gabah yang harus dikeringkan, kemarin kami sempat lembur sampai jam enam pagi," ujar Nadir, Kamis (5/3). Ia mengatakan antrean terjadi karena gabah harus segera diproses sebelum terlalu lama berada dalam kondisi lembap.
Pengelola berupaya semaksimal mungkin mempercepat proses pengeringan gabah yang telah terserap. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gabah tumbuh akibat kadar air tinggi saat tersimpan di kandi.
BACA JUGA:Program Sergab Dipastikan Tepat Sasaran, BPP Sumpiuh Banyumas Cek Kualitas Gabah Petani
Kondisi cuaca di wilayah Kecamatan Tambak yang beberapa waktu terakhir diguyur hujan turut memperberat proses penanganan. Karena itu, jadwal lembur difokuskan khusus pada bagian pengeringan agar antrean tidak semakin panjang.
"Gabah yang sudah kering langsung diselip. Bagian ricemile tidak lembur," sambung Nadir. Ia memastikan prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas kadar air sebelum masuk tahap berikutnya.
Pengelola juga rutin mengecek tingkat panas mesin bad dryer selama proses berlangsung. Tungku api berbahan bakar kayu dipastikan terus menyala dan stabil sesuai kebutuhan mesin.
Selain itu, tingkat kekeringan gabah yang sedang diproses diperiksa secara berkala. Untuk gabah yang lebih basah akibat hujan, proses pengeringan membutuhkan waktu sekitar 12 jam hingga mencapai standar yang ditentukan.
Dengan volume yang terus bertambah, pengelola memperkirakan antrean pengeringan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. Namun mereka memastikan seluruh gabah petani tetap tertangani sesuai prosedur dan standar kualitas. ***