Banner v.2

Stok Beras Tembus 10.522 Ton, Bulog Kebumen Gunakan Gudang Tambahan

Stok Beras Tembus 10.522 Ton, Bulog Kebumen Gunakan Gudang Tambahan

Stok beras Perum Bulog Kabupaten KebumJumlah persediaan beras di Kebumen saat ini melampaui kapasitas gudang yang tersedia.--

KEBUMEN – Stok beras Perum Bulog Kabupaten Kebumen menjelang Ramadan dipastikan aman. Namun, jumlah persediaan saat ini justru melampaui kapasitas gudang yang tersedia. Dari daya tampung gudang sekitar 5.500 ton, stok beras Bulog Kebumen mencapai 10.522 ton.

Kondisi tersebut membuat Bulog Kebumen terpaksa memanfaatkan gudang tambahan di sejumlah wilayah. Selain gudang utama, Bulog mengoperasikan gudang di Adimulyo dengan kapasitas sekitar 1.000 ton serta gudang di Prembun yang mampu menampung hingga 4.000 ton. Bulog juga telah menyiapkan rencana penambahan gudang baru di wilayah Petanahan dan Rowokele untuk mengantisipasi lonjakan stok ke depan.

Ketua Gudang Bulog Kebumen, Sidiq Sugiarto, mengatakan melimpahnya stok beras tidak lepas dari tingginya serapan gabah petani lokal menjelang dan selama musim panen.

“Seratus persen beras di Bulog Kebumen berasal dari petani lokal. Penyerapan dilakukan melalui program Serap Gabah Petani (Sergap) dengan melibatkan penyuluh pertanian lapangan di tiap wilayah,” kata Sidiq, Selasa (10/2).

Dalam program tersebut, Bulog membeli gabah petani, termasuk gabah basah, dengan harga Rp6.500 per kilogram. Skema ini diterapkan untuk menjaga harga gabah tetap stabil dan mencegah anjlok saat panen raya.

Terkait penyimpanan, Sidiq memastikan perawatan gudang dilakukan secara rutin. “Perawatan kami lakukan minimal sebulan sekali, termasuk spraying untuk mencegah hama agar kualitas beras tetap terjaga,” ujarnya.

Menjelang Ramadan, Bulog Kebumen belum menggenjot penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Menurut Sidiq, hal itu karena masyarakat dinilai masih memiliki cadangan beras sendiri seiring masuknya musim panen.

“Penyaluran SPHP belum terlalu besar. Saat ini kami lebih fokus pada bantuan sosial kemanusiaan dan tetap menunggu perintah dari pusat,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, pada November hingga Desember tahun lalu, Bulog Kebumen menyalurkan sekitar 2.500 ton beras ke dua wilayah. Hingga kini, kebijakan penyaluran selanjutnya masih menunggu instruksi pemerintah pusat.

Di sisi lain, sebagian petani memilih menyimpan hasil panen mereka terlebih dahulu. Petani padi Madiharjo, asal Kecamatan Kuwarasan, mengaku belum menjual hasil panennya karena ingin memastikan ketersediaan beras untuk kebutuhan keluarga.

“Panen ini kami simpan dulu untuk konsumsi sendiri. Menjelang Ramadan biasanya kebutuhan naik, jadi lebih aman kalau punya stok. Kalau nanti ada sisa atau kebutuhan mendesak baru dijual,” katanya.

Petani tersebut menambahkan, keputusan menyimpan hasil panen juga dipengaruhi harga gabah yang dinilai masih berpotensi berubah. Mereka memilih menunggu waktu yang dianggap lebih menguntungkan sebelum menjual ke pasaran.

Dengan stok beras yang melimpah dan kapasitas gudang yang terbatas, Bulog Kebumen memastikan pengawasan dan perawatan penyimpanan terus dilakukan agar kualitas beras tetap terjaga hingga waktu distribusi. (Sel)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: