KEBUMEN - PCNU Kebumen berencana mendesain ulang kegiatan rukyatul hilal agar tidak hanya berfokus pada penentuan awal bulan Hijriah, tetapi juga memiliki dimensi edukatif, ilmiah, dan spiritual yang lebih luas.
Ke depan, kegiatan rukyatul hilal diharapkan memberikan dampak multi efek, mulai dari efek edukatif, spiritual, sosial, hingga potensi wisata ilmiah.
Gagasan tersebut disampaikan Ketua PCNU Kebumen, KH Dr. Imam Satibi, usai pelaksanaan rukyatul hilal perdana di Menara Mercusuar Tanggulangin, Kecamatan Klirong, kemarin.
Imam Satibi menjelaskan, secara syar’i rukyatul hilal merupakan pelaksanaan sunnah Nabi Muhammad SAW dalam menentukan awal bulan Hijriah melalui metode rukyat.
BACA JUGA:Hujan Deras Rubuhkan Dapur Rumah Warga Sempor Kebumen
BACA JUGA:Staf Ahli Kemenko Pangan Tinjau Mina Padi Desa Grenggeng Kebumen
Namun, menurutnya, makna rukyat tidak seharusnya berhenti pada aspek penetapan kalender semata. "Sesekali kita perlu menengadah, melihat langit yang luas. Karena jarang-jarang kita benar-benar menatap langit dengan kesadaran ilmiah dan spiritual sekaligus," ujar dia.
Dengan pengemasan yang tepat, lanjut Imam, kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat serta mendorong tumbuhnya gaya hidup umat Islam yang mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mentadabburi ayat-ayat kauniyah."Rukyat seharusnya dirayakan sebagai momen belajar bersama dan mensyukuri kebesaran Allah, bukan dicaci atau diperdebatkan," ujarnya.
Melalui desain ulang ini, PCNU Kebumen berharap rukyatul hilal dapat menjadi bagian dari ikhtiar merawat tradisi keilmuan Islam di Kabupaten Kebumen sekaligus menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat. (cah)