Sri membayangkan petugas di MPP, Dindukcapil, hingga bank mampu melayani Teman Tuli dengan bahasa yang dipahami. Bukan sekadar formalitas, tapi empati.
Ketua Kotulingga, Mohamad Aji Nugroho, menyampaikan ajakan terbuka kepada masyarakat. Ia memastikan komunitasnya akan terus hadir.
“Mulai 2026, setiap Minggu pukul 06.00 WIB kami ada di Car Free Day. Siapa pun boleh belajar Bisindo,” kata Aji.
Lewat tarian jemari di ruang publik, Kotulingga ingin menegaskan satu hal. Di Purbalingga, tak boleh ada warga yang terasing dalam sunyi. (***)