BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Konzili, Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Boen Tek Bio Banyumas menggelar tradisi jamasi rupang, Rabu (11/2). Ritual sakral ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menyambut pergantian tahun bagi umat Tionghoa.
Kegiatan jamasi merupakan tradisi tahunan yang sarat makna spiritual dan budaya. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus simbol pembersihan diri menyongsong tahun baru.
Humas Klenteng Boen Tek Bio Banyumas Sobita Nanda memaparkan bahwa rangkaian perayaan Imlek telah diawali dengan sembahyang Sang An pada Selasa (10/2) malam. Sembahyang tersebut merupakan ritual mengantar Dewa Dapur naik ke langit.
"Hari ini dilanjutkan mulai bersih-bersih atau jamasi rupang atau patung para leluhur, para suci dan semua peralatan sembahyang," jelas Sobita di Klenteng.
BACA JUGA:Kenaikan Permintaan Sembako di Psar Banjarnegara Jelang Imlek dan Ramadan Masih Wajar
Prosesi jamasi dilakukan menggunakan air yang telah dilengkapi tiga jenis bunga. Bunga yang digunakan yakni mawar merah, mawar putih, dan kenanga.
Penggunaan air dan bunga tersebut menjadi simbol penyucian sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan leluhur. Nilai budaya yang dijaga turun-temurun ini terus dilestarikan oleh generasi penerus di klenteng tersebut.
Tercatat sebanyak 40 rupang dijamasi di Klenteng Boen Tek Bio Banyumas dalam rangkaian kali ini. Sejak pukul 08.00 pagi, aktivitas pembersihan rupang dan seluruh peralatan sembahyang telah dimulai.
Kegiatan ini menjadi bentuk bakti generasi sekarang kepada para leluhur dan tokoh suci. Setiap rupang dibersihkan dengan penuh kehati-hatian agar tetap terjaga kesuciannya.
BACA JUGA:Aboge Banyumas Timur Gelar Ruwahan, Tradisi Sadran Terus Dilestarikan di Kampung Adat Sela Kembang
"Jamasi dijadwalkan berlangsung selama empat hari," imbuh Sobita.
Sejumlah relawan dan simpatisan terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dengan telaten memastikan tidak ada lagi debu maupun kotoran yang menempel pada rupang dan perlengkapan ibadah.
Kehadiran relawan membuat proses pembersihan berjalan lebih ringan dan terkoordinasi. Semangat kebersamaan begitu terasa dalam setiap tahapan kegiatan.
"Dengan banyaknya relawan semoga lebih cepat selesai dan efisien," tandas Sobita. ***