PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID – Menjelang kelulusan siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Kabupaten Purbalingga menggelar sosialisasi kesiapan kerja bagi pelajar.
Pada tahun 2026, kegiatan sosialisasi tersebut menyasar tiga sekolah, yakni SMK YPLP 2 Purbalingga, SMK Ma’arif NU Bukateja, dan SMK Soedirman Purbalingga.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (PPTK) Dinperinnaker Purbalingga, Riswanto, mengatakan sosialisasi ini bertujuan membekali siswa agar siap memasuki dunia kerja setelah lulus.
“Sosialisasi ini untuk memberikan pembekalan kepada siswa terkait aturan ketenagakerjaan, trik memasuki dunia kerja, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sejak dini,” katanya, Jumat (6/2/2026).
BACA JUGA:Gelombang PHK Hantam PT Sung Shim Purbalingga, 145 Pekerja Dilepas
Dalam kegiatan tersebut, Dinperinnaker juga menggandeng perwakilan HRD perusahaan guna memberikan gambaran langsung mengenai kebutuhan dan proses rekrutmen di dunia industri.
“Termasuk kami sosialisasikan pelatihan yang tersedia di Balai Latihan Kerja (BLK) Purbalingga. Bagi siswa yang nantinya lulus namun belum berusia 18 tahun, mereka bisa memanfaatkan pelatihan di BLK dengan mendaftar terlebih dahulu,” jelas Riswanto.
Ia menyebutkan, rangkaian sosialisasi dimulai di SMK YPLP 2 Purbalingga pada Senin (2/2/2026), dilanjutkan di SMK Ma’arif NU Bukateja pada Selasa (3/2/2026), dan akan ditutup di SMK Soedirman Purbalingga pada Kamis (12/2/2026).
“Sosialisasi di sekolah dilaksanakan secara bertahap dan kontinyu menyesuaikan anggaran. Pada tahun 2025 lalu, kegiatan serupa dilaksanakan di 10 SMK. Total SMK di Purbalingga ada sekitar 35 sekolah,” ujarnya.
BACA JUGA:BLK Purbalingga Siapkan 9 Paket Pelatihan di Tahun 2026, Total Anggaran Capai Rp1,095 Miliar
Menurut Riswanto, pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut. Berdasarkan hasil monitoring, masih banyak siswa yang belum memahami alur pendaftaran kerja serta dokumen yang harus disiapkan, seperti kartu pencari kerja atau kartu kuning.
“Masih banyak siswa yang bingung bagaimana cara mendaftar kerja dan apa saja yang harus disiapkan,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui sosialisasi ini, lulusan SMK di Purbalingga dapat lebih siap menghadapi dunia kerja, baik yang ingin langsung bekerja maupun yang memilih jalur wirausaha.
“Harapannya setelah lulus, siswa sudah paham alur, mekanisme, serta informasi lowongan kerja. Sementara bagi yang ingin berwirausaha juga sudah memiliki gambaran langkah yang akan dilakukan,” pungkasnya.