Warisan Turun-Temurun, Tempe Daun Nyangku Bertahan di Pasar Modern

Selasa 27-01-2026,18:25 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Tempe daun nyangku masih bertahan sebagai sumber penghidupan warga Kelurahan Argasoka, Kecamatan Banjarnegara.

Di tengah dominasi tempe berbungkus plastik, tempe tradisional dengan balutan daun nyangku ini, justru tetap dicari, karena teksturnya lebih empuk dan rasanya lebih gurih.

Puluhan warga menggantungkan penghasilan dari usaha yang telah dijalani secara turun-temurun tersebut.

Pembuat tempe daun nyangku, Turyono mengatakan, dalam sehari bisa memproduksi sekira tiga ribu tempe dengan berbagai ukuran, termasuk lembaran lebar khusus mendoan. Seluruh produksi dipasok ke Pasar Induk Banjarnegara dan pasar-pasar sekitar.

BACA JUGA:Warga Grenggeng Lestarikan Kerajinan Anyaman Daun Pandan Turun Temurun

"Omzet per hari bisa di kisaran Rp700 ribu sampai Rp800 ribu," tuturnya.

Berbeda dengan tempe plastik, penggunaan daun nyangku membuat proses produksi menjadi lebih panjang. Ada tahap perebusan tambahan sebelum fermentasi.

Namun, proses itulah yang diyakini memberi kualitas rasa yang berbeda, terutama untuk kebutuhan mendoan khas Banyumas.

Turyono memilih tetap mempertahankan cara lama meski lebih menyita waktu dan tenaga.

BACA JUGA:UMKM Kerajian Anyaman Daun Pandan Cilacap Tembus Pasar Internasioanal

"Kalau dibungkus daun nyangku, tempenya lebih empuk dan lebih matang. Rasanya juga lebih sari," kata Turyono.

Menurutnya, tempe daun nyangku memiliki segmentasi pasar tersendiri. Produk ini lebih banyak diburu untuk lauk dan bahan mendoan, sementara tempe plastik umumnya dipakai sebagai campuran sayur.

"Biasanya tempe daun nyangku dicari buat mendoan. Kalau yang plastik, kebanyakan buat sayur," ujarnya.

Meski persaingan semakin ketat, perajin tempe daun nyangku di Argasoka tetap optimistis. Selama cita rasa dan kualitas terjaga, tempe tradisional ini diyakini masih memiliki tempat di pasar dan terus membawa cuan bagi warga.

Tags :
Kategori :

Terkait