Keong Macan Jadi Andalan Komoditas Ekspor Baru Cilacap

Rabu 07-01-2026,16:08 WIB
Reporter : Julius Purnomo
Editor : Susi Dwi Apriani

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Keong macan (Babylonia spirata) mulai dilirik sebagai komoditas ekspor baru dari Kabupaten Cilacap. Meski belum banyak dikonsumsi di dalam negeri, keong bercangkang loreng ini justru memiliki pasar cukup besar di luar negeri.

Salah satu pelaku usaha yang mengembangkan ekspor keong macan adalah Supri Jaya, pengusaha hasil laut asal Cilacap. Ia mengaku baru sekitar satu bulan menjalankan usaha ekspor keong macan, setelah sebelumnya mengekspor ikan layur dan ubur-ubur.

"Dalam sehari, produksi keong macan bisa mencapai empat sampai lima ton. Untuk sementara, tujuan ekspor masih ke Tiongkok," ujar Supri, Rabu (7/1/2026).

BACA JUGA:Cilacap Miliki Potensi Perikanan 65 Ribu Ton Per Tahun, Diusulkan Dry Port untuk Perkuat Ekspor

Menurut Supri, pengiriman keong macan dilakukan dalam dua bentuk, yaitu dalam kondisi utuh dengan cangkang dan dalam bentuk daging yang sudah dikupas.

Keong berukuran besar dikirim utuh, sedangkan yang berukuran kecil dikirim dalam bentuk daging.

Untuk memenuhi permintaan ekspor, Supri mengoperasikan tiga gudang produksi. Dalam proses pengolahan, ia dibantu sekitar 70 pekerja yang sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar. Mayoritas pekerja adalah ibu-ibu rumah tangga.

"Kami ingin usaha ini tidak hanya berjalan, tetapi juga bisa membantu warga sekitar, terutama ibu-ibu, agar punya tambahan penghasilan," katanya.

BACA JUGA:Investor Asal Cina Lirik PPSC, Cilacap Bidik Ekspor 1.000 Kontainer per Bulan

Supri berharap, usaha ekspor keong macan ini terus berkembang. Selain membuka lapangan kerja, ia juga ingin usahanya ikut membantu mengurangi pengangguran dan menekan angka kemiskinan di daerah.

Untuk memperluas pasar, Supri mulai melakukan berbagai upaya, di antaranya dengan mendatangkan calon pembeli dan menyiapkan contoh produk sesuai kebutuhan pasar.

"Ke depan, kami berharap pasar tidak hanya ke Tiongkok, tetapi bisa menembus negara-negara lain di Asia," pungkasnya. (jul) 

Tags :
Kategori :

Terkait