"Saya meminta maaf sebagai manusia yang tempatnya salah, saya meminta maaf kepada masyarakat Desa Bajong atas kegaduhan yang terjadi," tutur M, yang berjanji akan mengikuti prosedur yang berlaku.
Senada dengan M, oknum perangkat desa P juga hanya menyampaikan permohonan maaf terkait keributan yang timbul, tanpa pengakuan bersalah atas tuduhan asusila.
"Saya memohon maaf kepada pemerintah Desa Bajong dan seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Apapun keputusannya saya siap mengikuti," ucap P lirih.
Hingga pertemuan berakhir pukul 15.30 WIB, tidak ada titik temu antara tuntutan warga dan sikap kedua perangkat desa.
BACA JUGA:Dana Desa Bukateja Turun Tajam, Pembangunan Fisik Nihil dan BLT Dipangkas
Camat Bukateja, Nur Azizah Erlita membenarkan bahwa mediasi berakhir tanpa pengakuan maupun surat pengunduran diri dari kedua belah pihak.
"M dan P tidak mengatakan untuk mundur maupun mengakui perbuatan mereka. Sepertinya kasus akan ditempuh melalui jalur hukum oleh masyarakat," terang Azizah usai pertemuan.
Warga yang tidak puas dengan hasil mediasi tersebut akhirnya membubarkan diri, namun mereka berencana membawa kasus ini ke ranah hukum agar mendapat kejelasan sanksi yang lebih berat. (alw)