CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Cilacap, telah memasuki musim hujan sejak awal November 2025. Curah hujan diprediksi terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Januari - Februari 2026.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II, Hartanto mengatakan, hujan kini turun lebih merata, terutama di wilayah pegunungan. Kondisi ini memicu tingginya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
"Musim hujan sudah berlangsung, dan intensitasnya terus naik. Kejadian longsor di Cibeunying, Majenang, adalah contoh dampak dari hujan deras yang terjadi terus-menerus," ujarnya, Sabtu (22/11).
Longsor yang terjadi di Desa Cibeunying dipicu oleh hujan lebat berkepanjangan yang membuat tanah labil dan menimbun rumah warga. BMKG menegaskan potensi bencana serupa masih dapat terjadi hingga puncak musim hujan nanti.
BACA JUGA:Operasi SAR Longsor Cibeunying, Majenang Ditutup, Dua Korban Masih Belum Ditemukan
Hartanto mengimbau warga yang tinggal atau melintas di daerah rawan longsor dan perbukitan agar lebih berhati-hati, terutama saat intensitas hujan meningkat.
"Waspadai wilayah rawan longsor. Perhatikan kondisi sekitar, terutama ketika hujan turun dalam durasi lama," katanya.
Selain itu, dia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi cuaca yang telah disediakan BMKG melalui aplikasi Info BMKG. Aplikasi tersebut menyediakan peringatan dini tiga jam sebelum kejadian, prakiraan harian, hingga prakiraan tiga dan sepuluh harian.
"Kami sudah menyiapkan informasi secara lengkap. Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkannya," ungkap Hartanto.
BACA JUGA:Anak-Anak Pengungsi Longsor di Cibeunying Terima Bantuan Mainan dari Kapolri
Ia juga meminta masyarakat untuk menyebarkan informasi cuaca kepada lingkungan terdekat agar langkah mitigasi bisa dilakukan lebih cepat.
"Mitigasi bencana harus dimulai dari kesadaran. Ini bukan hanya soal data, tapi tentang bagaimana kita menjaga keselamatan bersama," tegasnya. (jul)