Banner v.2

Bus Wisata Banyumas Libur Saat Puasa, Operasional Kembali April 2026

Bus Wisata Banyumas Libur Saat Puasa, Operasional Kembali April 2026

Dua bus wisata gratis terparkir di Kantor Dinas Perhubungan Banyumas sebelum Ramadhan. Selama puasa, bus wisata libur.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Bus wisata milik Pemkab Banyumas yang biasa beroperasi setiap Sabtu dan Minggu resmi libur sementara mulai Sabtu (21/2). Kebijakan ini diberlakukan seiring masuknya bulan puasa.

Kasubbag TU Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelola Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Banyumas, Rah Panji, mengatakan layanan dihentikan sejak pekan pertama puasa hingga akhir Maret 2026. Bus pariwisata dijadwalkan kembali beroperasi pada April 2026.

"Pertimbangan diliburkannya sementara bus wisata karena penumpangnya yang cenderung minim dalam bulan puasa," katanya pada Radarmas, Sabtu (21/2).

Panji menjelaskan, Pemkab Banyumas saat ini memiliki total lima bus wisata. Dari jumlah tersebut, tiga bus dijadikan cadangan sehingga hanya dua bus yang beroperasi secara bergantian setiap akhir pekan.

BACA JUGA:Awal Ramadan, Harga Cabai Rawit Merah di Banjarnegara Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram

Operasional yang hanya berlangsung pada siang hari turut memengaruhi tingkat keterisian penumpang selama Ramadan. Kondisi itu membuat minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan wisata menurun.

"Operasional bus wisata yang hanya pada siang hari bertemu faktor kebiasaan masyarakat dimana mereka mengurangi intensitas bepergian dalam kondisi berpuasa," terang dia.

Terkait rencana pengalihan fungsi sebagian bus wisata menjadi bus sekolah, Panji menyebut masih dalam tahap kajian. Pemerintah daerah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan.

Adapun rute bus wisata gratis terbagi menjadi dua jalur utama. Rute pertama berangkat dari Taman Rekreasi Andhang Pangrenan (TRAP) menuju The Village, Taman Mas Kemambang, Menara Teratai, bundaran tugu tani, Museum BRI, Museum Pangsar Sudirman, Halte Sungai Papringan, Alun-Alun Banyumas, Pusat Kuliner Sokaraja-Depo Bay, dan kembali ke TRAP.

BACA JUGA:Proyek SBSN MAN 1 Banyumas Masuk Tahap Dua, Total Anggaran Fisik Tembus Rp 6,8 Miliar

Sementara rute kedua memiliki lintasan yang sama namun titik keberangkatan dimulai dari Alun-Alun Banyumas. Dalam operasional normalnya, setiap bus maksimal melayani dua rit dalam satu hari.

"Dalam operasionalnya maksimal dua rit seharinya," pungkas Panji. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: