Sulit Cari Buruh Panen Padi Rebah, Meski Upah Lebih Tinggi

Jumat 17-10-2025,15:32 WIB
Reporter : Fijri Rahmawati
Editor : Ali Ibrahim

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Petani kerap mengalami kesulitan mendapatkan buruh panen atau mbawon yang bersedia bekerja. Ketika tanaman padi rebah dan terendam air terdampak cuaca buruk.

Hanifudin bersama rekannya merupakan rombongan buruh panen yang telah biasa menerima permintaan pemilik sawah untuk memanen tanaman padi rebah. Demi mendapatkan penghasilan, katanya.

"Memanen tanaman padi yang rebah itu susah, apalagi masih terendam air atau lumpur. Jadi, jarang sekali ada tukang mbawon yang mau," ujar Hanifudin, Jum'at (17/10) di areal persawahan di wilayah Kecamatan Tambak.

Tenaga yang dibutuhkan lebih ekstra dari kondisi normal. Demikian juga, banyak waktu tersita. Terlebih, ketika lokasi sawah relatif jauh dari pinggir jalan.

BACA JUGA:Petani Cilacap Mulai Beralih ke Benih TSS, Panen Bawang Merah Semakin Melimpah dan Efisien

Oleh karena itu, Hanifudin menyebu buruh panen meminta kebijakan kepada pemilik sawah terkait dengan upah. Sebab, mempertimbangkan tingkat kesulitan dalam menyelamatkan gabah siap panen.

"Gabah sampai sudah mulai ada yang tumbuh karena rebah terendam air, dari kemarin belum dipanen. Kita musyawarahkan, disepakati hitungan upah mbawon beberapa," sambung Hanifudin.

Biasanya upah mbawon lebih tinggi dari patokan yang secara umum berlaku. Petani pemilik sawah harus rela membayar lebih mahal atas kesulitan yang dihadapi pekerja dalam memanen. Ketimbang gagal panen.

Hanifudin menuturkan biasanya upah yang didapatkan adalah setengah dari total perolehan gabah panen. Harga yang dinilai layak untuk membayar di tengah sulitnya mendapatkan buruh panen yang bersedia. (fij)

Tags :
Kategori :

Terkait