PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Penyebab dugaan pencemaran air sumur warga di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rejasari I yang beralamat di Gang Kates Jalan Yos Sudarso, Purwokerto Barat yang ramai awal bulan ini belum pasti.
Tim Kerja Pengawasan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas, Salim Riyanto mengatakan bakteri E-coli merupakan bakteri flora normal.
Artinya E-coli hanya hidup di usus besar manusia sehingga bila sampel teridentifikasi ada E-coli bisa dipastikan tercemar dari bakteri tinja manusia. Ketika kadar E-coli pada sumber air bersih dari sumur SPPG Rejasari I tinggi, ada beberapa kemungkinan yang perlu diidentifikasi.
"Perlu dicari tahu warga yang tinggal di sekitar SPPG Rejasari I apakah semua septic tanknya sudah sesuai standar atau tidak. Ada Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk bisa diresapkan ke tanah. Biasanya pada diresapkan. Saya tidak tahu disini (Rejasari) bagaimana," katanya.
BACA JUGA:SPPG Rejasari Bakal Dicek Pusat
Salim mencontohkan di perumahan tempat tinggalnya pada wilayah Purwokerto septic tanknya sangat tidak standar karena hanya memakai buis beton langsung diresapkan ke tanah. Oleh karena itu terkait penyebab tingginya E-coli pada sumber air bersih dari sumur SPPG Rejasari I tidak dapat dilihat hanya dari satu sisi.
Ketika sumur SPPG Rejasari I dijustifikasi sebagai yang mencemari air sumur warga di sekitar dapur, hal tersebut menurutnya baru sebatas dugaan.
"Ketika semua sudah teridentifikasi lengkap baru bisa disimpulkan penyebabnya apa. Seandainya semua warga di sekitar SPPG Rejasari I dalam radius tertentu septic tanknya meresapkan ke tanah kemudian tidak sesuai SNI bahkan sekian puluhan tahun belum ada warga yang melakukan uji kualitas air sumur maka bisa jadi selama itu warga menggunakan air bersih yang tercemar E-coli," terang dia.
Terlebih ketika pengambilan sampel air bersih di SPPG Rejasari I yang dilakukan hanya pada kedalaman lima belas meter saat kondisi hujan kemungkinan air akan meresap. Harus dikaji porositas tanah atau ukuran ruang pori (kosong) dalam volume tanah yang menunjukkan fraksi volume yang dapat diisi oleh air dan udara seperti apa.
BACA JUGA:Jaga Higenis, SPPG SB, Terapkan Perlakuan Khusus
Jika tanah di lokasi adalah lempung maka tidak meresapkan air dan ketika hujan air akan bablas. Sebaliknya ketika porositasnya tinggi, air bisa meresap. Selain septic tank harus sesuai SNI diingatkannya jarak minimal antara sumur dengan septic tank adalah 15 meter untuk mencegah pencemaran air.
"Kalau dulu 10 meter sekarang 15 meter," pungkas Salim. (yda)