KEBUMEN – Aksi anarkis yang terjadi di Kebumen beberapa waktu lalu ternyata melibatkan banyak remaja dan pelajar. Dari 98 orang yang diamankan polisi, sebagian besar masih duduk di bangku sekolah dan bahkan ada yang berusia di bawah 17 tahun. Lebih memprihatinkan lagi, aparat menemukan minuman keras yang disamarkan dalam botol air mineral yang dibawa peserta aksi.
Kapolres Kebumen AKBP AKBP Eka Baasith mengungkapkan fakta tersebut dalam pertemuan lintas elemen di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (26/8). Menurutnya, sebagian besar dari 98 peserta yang diamankan adalah remaja, bahkan ada yang masih duduk di bangku SMP.
"Mereka mengaku hanya ikut-ikutan diajak teman," jelas Kapolres.
Setelah didalami, Forkopimda sepakat untuk mengembalikan para pelajar tersebut kepada orang tua masing-masing.
Fakta lain ditemukan oleh Dandim 0709 Kebumen, Letkol Arm Purba Sudibyo. Ia menuturkan bahwa rata-rata peserta aksi berada di bawah pengaruh minuman keras.
"Saat ada yang bawa dua botol, saya inisiatif minta. Saya kira isinya air mineral semua. Ternyata satu botolnya berisi minuman keras," ungkapnya.
Ketua DPRD Kebumen, Saman Halim Nurrohman, menyayangkan aksi anarkis tersebut. Meskipun gerbang gedung DPRD rusak, pihaknya tetap terbuka untuk menerima kritik dan saran. Namun, ia menilai aksi pada hari Sabtu itu tidak jelas tujuannya.
"Mereka tidak menyampaikan aspirasi atau membawa sebuah mandat. Padahal kami sudah siapkan tempat di dalam untuk diskusi atau audiensi," jelasnya.
Senada dengan Ketua DPRD, Korwil Badan Intelijen Negara (BIN) Kebumen, Andy, mengingatkan bahwa aksi demonstrasi rentan disusupi oknum yang sengaja memprovokasi.
"Kami mencermati peran kelompok anarko yang menggeser tujuan aksi dari penyampaian aspirasi menjadi perusakan fasilitas umum," jelasnya.
Pentingnya Edukasi Semua Pihak dan Peran Tokoh Agama serta Masyarakat
Di kesempatan ini, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Forkopimda yang telah menjaga keamanan dan stabilitas daerah.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam menjaga generasi muda.
"Saya benar-benar merasa menjadi sosok ibu, karena dijaga oleh Forkopimda, Sekda, dan pimpinan OPD. Sekali lagi terimakasih," ucap Bupati Lilis.
Di sisi lain, Wakil Bupati Zaeni Miftah menyoroti beberapa hal penting yang perlu dilakukan ke depan.