PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pemandangan berbeda terliht di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas sejak Senin (1/9) kemarin. Para Aparatur Sipil Negara (ASN) kini tidak lagi mengenakan seragam dinas lengkap dengan atributnya. Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Pemkab sebagai langkah antisipasi pasca-kericuhan dalam aksi unjuk rasa pada Sabtu (30/8) lalu.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, membenarkan adanya kebijakan tersebut. Menurutnya, aturan ini bersifat sementara dan merupakan arahan dari Pemerintah Provinsi untuk menjaga keamanan dan kondusivitas di tengah situasi yang terjadi belakangan ini.
“Iya benar, berlaku mulai 1 September sampai kondisi dinyatakan kondusif dan stabil. Ini sebagai langkah preventif, mengantisipasi kan lebih baik,” kata Sadewo saat dikonfirmasi, Senin (1/9) siang.
Kebijakan ini tertuang dalam SE Nomor 800.1.12.5/22/2025. Dalam surat tersebut, seluruh ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemkab Banyumas diwajibkan mengenakan pakaian dinas batik, lurik, atau kemeja biasa, dengan celana non-jeans dan tanpa atribut kedinasan.
BACA JUGA:PKL Dukung Penyampaian Aspirasi, Tolak Aksi Anarki
Aturan berpakaian ini memiliki pengecualian bagi ASN dan Non ASN pada perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan, dibidang ketentraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat dan bidang perhubungan. Selain soal pakaian, surat edaran tersebut juga mengimbau agar penggunaan kendaraan dinas dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Langkah antisipasi ini diambil setelah aksi massa di kawasan Alun-alun Purwokerto pada akhir pekan lalu berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum dan sarana prasarana milik pemerintah.
Bupati Sadewo menambahkan, imbauan tidak hanya berlaku bagi para pegawai. Pihak Dinas Pendidikan juga diminta untuk menyesuaikan jam pembelajaran bagi para pelajar sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan.
Ia pun kembali menyerukan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Satria dan tidak mudah tersulut emosi oleh provokasi.
BACA JUGA:Bangunan Pemkab Dirusak, Motor Polisi Dirusak, Kasatpol: Demo Disusupi
“Mari kita jaga Banyumas, sebagai bagian dari menjaga Indonesia. Jangan mudah terprovokasi,” pungkasnya.qq
Salah seorang pegawai Non ASN di Dishub mengonfirmasi bahwa ia telah mengikuti arahan tersebut. “Hari ini saya berangkat kerja menggunakan pakaian batik karena tidak ke lapangan sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Banyumas,” ujarnya. Ia juga berharap agar ke depannya situasi bisa kembali normal. “Saya berharap semoga demo berjalan lebih kondusif lagi,” katanya.(2/9)(jeb)