PLTA PB Soedirman Terancam Sedimentasi, DPR dan Pemda Banjarnegara Bergerak

Jumat 22-08-2025,17:37 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PB Soedirman di Mrica, Banjarnegara, menghadapi ancaman serius akibat sedimentasi waduk yang terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan listrik Jawa-Bali jika tidak segera ditangani.

Anggota Komisi XII DPR RI, Aqib Ardiansyah, menegaskan pentingnya perhatian bersama terhadap keberlangsungan PLTA Mrica.

“Ketika PLTA Mrica ini mengalami penurunan kinerja karena sedimentasi yang semakin tinggi, tentu akan mengganggu interkoneksi listrik Jawa-Bali. Oleh karena itu, PLTA Mrica harus menjadi konsentrasi kita bersama,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).

Ia menambahkan, DPR sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak.

BACA JUGA:Ngabuburit Berbeda di Objek Wisata Seakong Waduk Mrica, Banjarnegara

“Kita sudah duduk bersama dengan Kepala Daerah, Bupati Banjarnegara, kemudian bicara dengan Direksi PLN dan Kementerian Lingkungan Hidup agar ada solusi yang bisa dioptimalkan,” kata Aqib.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Mrica dalam upaya konservasi.

“Dengan adanya kerjasama bersama PLN IP, beban Pemerintah Daerah tidak terlalu berat dan masalah lingkungan dapat segera teratasi,” ucapnya.

Dari pihak PLN, General Manager PLN UID Jawa Tengah & DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan komitmen menghadirkan energi bersih dan andal.

BACA JUGA:Bertemu Bupati Amalia, Imam Prasojo Soroti Krisis Sedimentasi Waduk Mrica

“Kami bangga dipercaya untuk menghadirkan listrik yang andal dan bersih. Mari kita sama-sama menjaga PLTA Mrica yang merupakan salah satu pembangkit energi baru terbarukan andalan PLN,” jelasnya.

Sementara itu, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Nazrul Very Andhi, menekankan kesiapan menjaga keberlanjutan operasi PLTA PB Soedirman melalui konservasi berkelanjutan.

“Kami akan terus mendukung upaya Pemerintah maupun DPR RI untuk kegiatan konservasi lingkungan, khususnya mengatasi sedimentasi di Waduk Mrica agar PLTA PB Soedirman tetap sustain melistriki Jawa, Madura dan Bali,” ungkapnya.

Sejak beroperasi pada 1989, PLTA berkapasitas 180 Megawatt (MW) itu menghadapi sedimentasi 2–6 juta meter kubik per tahun. Untuk itu, PLN IP bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kini menginisiasi rehabilitasi daerah tangkapan air dan kolaborasi multipihak guna menjaga keberlanjutan energi bersih sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.

Tags :
Kategori :

Terkait